Primbon Jawa Sebut Sejumlah Weton Perlu Hati-Hati Hari Ini

Jumali
Jumali Jum'at, 05 Juni 2026 08:47 WIB
Primbon Jawa Sebut Sejumlah Weton Perlu Hati-Hati Hari Ini

Primbon/Pixabay


Harianjogja.com, JOGJA— Tanggal 5 Juni 2026 bertepatan dengan Jumat Pon dalam kalender Jawa dengan total neptu 13. Dalam tradisi primbon Jawa, kombinasi hari dan pasaran tersebut sering digunakan sebagai salah satu acuan untuk membaca kecocokan waktu dalam menjalankan aktivitas tertentu.

Perhitungan neptu Jumat Pon berasal dari nilai hari Jumat sebesar 6 dan pasaran Pon bernilai 7. Penjumlahan keduanya menghasilkan neptu 13 yang dalam tradisi Jawa memiliki makna tersendiri.

Sejumlah kalangan yang masih memegang tradisi primbon meyakini bahwa terdapat weton tertentu yang dinilai kurang selaras dengan energi Jumat Pon. Namun demikian, pandangan tersebut merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang berkembang secara turun-temurun dan tidak memiliki dasar ilmiah sebagai alat prediksi masa depan.

Mengenal Perhitungan Neptu dalam Primbon Jawa

Dalam sistem penanggalan Jawa, setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu berbeda.

Nilai neptu hari:

Minggu: 5
Senin: 4
Selasa: 3
Rabu: 7
Kamis: 8
Jumat: 6
Sabtu: 9

Nilai neptu pasaran:

Legi: 5
Pahing: 9
Pon: 7
Wage: 4
Kliwon: 8

Nilai hari dan pasaran kemudian dijumlahkan untuk menghasilkan neptu weton seseorang yang kerap digunakan dalam berbagai tradisi Jawa, mulai dari penentuan hari baik, pernikahan, hingga kegiatan adat lainnya.

Weton yang Diyakini Perlu Lebih Berhati-hati

Dalam sejumlah tafsir primbon, weton dengan neptu rendah seperti:

Senin Wage (8)
Selasa Legi (8)
Selasa Wage (7)

sering disebut memiliki tingkat keselarasan yang lebih rendah dengan Jumat Pon yang bernilai 13.

Meski demikian, para pemerhati budaya Jawa menegaskan bahwa tafsir tersebut tidak seharusnya dimaknai secara mutlak. Weton lebih tepat dipahami sebagai bagian dari filosofi dan kearifan lokal yang digunakan leluhur Jawa untuk melakukan refleksi diri serta mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan.

Makna Filosofis dalam Tradisi Jawa

Dalam praktiknya, sebagian masyarakat Jawa melakukan berbagai bentuk ikhtiar ketika menghadapi hari yang dianggap kurang selaras dengan wetonnya. Beberapa di antaranya adalah memperbanyak doa, bersedekah, meningkatkan kewaspadaan, serta mempersiapkan segala sesuatu secara lebih matang.

Nilai utama yang dapat diambil dari tradisi tersebut adalah pentingnya kehati-hatian, introspeksi, dan perencanaan sebelum mengambil keputusan penting.

Sejumlah budayawan juga menilai bahwa sistem weton merupakan bagian dari pengetahuan tradisional masyarakat Jawa yang lahir dari pengalaman panjang dalam membaca kondisi sosial dan lingkungan pada masanya.

Weton Bukan Penentu Nasib

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat diimbau untuk memahami weton sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan, bukan sebagai alat untuk menentukan keberuntungan atau kemalangan seseorang.

Keputusan penting dalam kehidupan tetap perlu didasarkan pada pertimbangan rasional, kesiapan, komunikasi yang baik, kerja keras, serta tanggung jawab pribadi.

Dengan demikian, perhitungan weton dapat menjadi sarana mengenal khazanah budaya Jawa, sekaligus pengingat agar setiap orang lebih bijak dan matang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online