Rupiah Menutup Hari di Rp17.890 Setelah Sempat Tertekan
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Foto ilustrasi sate. - Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Sate merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang digemari berbagai kalangan. Aroma bakaran yang khas dan cita rasa gurih membuat makanan berbahan dasar daging ini kerap menjadi pilihan saat berkumpul bersama keluarga maupun teman.
Meski demikian, bagian daging yang hangus atau gosong pada sate sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Proses pembakaran pada suhu tinggi dapat menghasilkan sejumlah senyawa kimia yang dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan.
Berikut 11 bahaya mengonsumsi sate gosong secara berlebihan yang perlu diketahui, seperti dilansir dari Halodoc.
1. Meningkatkan Paparan Senyawa Karsinogenik
Daging yang hangus mengandung senyawa heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Senyawa ini terbentuk ketika daging dimasak pada suhu sangat tinggi, terutama saat bersentuhan langsung dengan api atau bara.
2. Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker
Sejumlah penelitian mengaitkan paparan HCA dan PAH dalam jangka panjang dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker. Risiko tersebut dapat semakin besar jika dikombinasikan dengan pola makan tidak sehat dan gaya hidup kurang aktif.
3. Memicu Peradangan Kronis
Senyawa hasil pembakaran berlebih dapat meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh. Kondisi ini berpotensi memicu peradangan kronis yang berkaitan dengan berbagai penyakit degeneratif.
4. Membebani Sistem Pencernaan
Makanan yang terlalu gosong cenderung lebih sulit dicerna. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti kembung, mulas, atau rasa tidak nyaman di perut.
5. Mengganggu Kesehatan Usus
Konsumsi makanan gosong secara berlebihan dan minim asupan serat dapat berdampak buruk terhadap keseimbangan mikrobiota usus yang berperan penting dalam sistem imun dan metabolisme tubuh.
6. Meningkatkan Stres Oksidatif
Radikal bebas yang terbentuk dari proses pembakaran berlebih dapat mempercepat kerusakan sel apabila tidak diimbangi dengan konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah dan sayuran.
7. Menurunkan Kandungan Nutrisi Daging
Paparan panas berlebihan dapat merusak sebagian vitamin dan nutrisi penting dalam daging. Akibatnya, nilai gizi yang diperoleh tubuh menjadi tidak optimal.
8. Berisiko Memperburuk Kesehatan Jantung
Jika sate yang dikonsumsi mengandung lemak jenuh tinggi, terutama dari daging kambing atau sapi berlemak, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan gangguan kesehatan jantung.
9. Memicu Gangguan Lambung
Pada sebagian orang, makanan yang terlalu hangus dan berbumbu kuat dapat memicu nyeri ulu hati, mual, hingga naiknya asam lambung.
10. Mendorong Pola Makan Tidak Seimbang
Kebiasaan mengonsumsi makanan bakaran tanpa diimbangi sayur dan buah dapat menyebabkan pola makan kurang sehat yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.
11. Berpotensi Menyebabkan Kerusakan Sel
Paparan senyawa hasil pembakaran dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kerusakan DNA dan sel tubuh. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi organ dan kesehatan secara keseluruhan.
Tips Aman Menikmati Sate
Sate yang dimasak dengan tingkat kematangan yang tepat umumnya aman untuk dikonsumsi. Untuk mengurangi risiko kesehatan, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
Mengonsumsi sate sesekali bukanlah masalah selama dilakukan secara bijak. Yang terpenting adalah menghindari bagian yang terlalu hangus dan menjaga pola makan tetap seimbang agar manfaat gizi dari daging tetap dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Orang bertubuh kurus juga dapat mengalami kolesterol tinggi. Dokter spesialis jantung mengungkap empat penyebabnya, mulai dari faktor genetik, pola makan, kuran
Prabowo menyiapkan penguatan total BNN melalui regulasi, teknologi, SDM, infrastruktur, dan anggaran untuk memperkuat pemberantasan narkoba.
Jembatan Perintis Garuda di Jatisarono memangkas akses petani hingga empat kilometer dan membuka konektivitas antarpadukuhan di Kulonprogo.
Cicilan pertama Kopdes Merah Putih ke Himbara jatuh tempo pada September 2026. Pemerintah menargetkan seluruh persyaratan rampung pada Agustus.
Presiden AS Donald Trump menggelontorkan dana US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun untuk memperluas Genesis Mission, program AI nasional yang mempercepat penem