Puluhan Tahun Anak Kampung Sadang Sekolah Naik Rakit
Anak Kampung Sadang, Bandung Barat, menyeberangi Waduk Saguling dengan rakit untuk sekolah. Warga berharap akses jembatan segera dibangun.
Buah-buahan. - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Mengonsumsi serat bukan hanya soal jumlah, tetapi juga waktu penyajiannya. Ahli bedah dan konten kreator kesehatan asal Inggris, Dr. Karan Rajan, menekankan pentingnya menyertakan serat dalam sarapan untuk memaksimalkan manfaatnya bagi tubuh.
Menurut Dr. Rajan, sistem pencernaan manusia paling aktif di pagi hari. Aliran empedu lebih besar, sekresi enzim pencernaan optimal, dan kontraksi usus besar lebih efisien. Selain itu, sebagian besar bakteri baik di usus juga puncak aktivitasnya di awal hari, sehingga serat yang dikonsumsi saat sarapan lebih mudah dicerna dan dimanfaatkan.
“Bahkan sebagian besar mikroba (bakteri) baik dalam tubuh puncak aktivitasnya di awal hari dan lebih terjaga. Manfaatkan hal ini dengan mengonsumsi porsi serat di pagi hari,” jelas Dr. Rajan, Jumat (3/4) waktu setempat, seperti dikutip dari Hindustan Times.
Konsumsi serat di pagi hari juga diyakini lebih kecil kemungkinannya menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan seperti kembung. Lebih dari itu, sarapan tinggi serat memicu hormon pengatur nafsu makan, membantu merasa kenyang lebih lama, serta mengurangi keinginan ngemil sepanjang hari.
Dr. Rajan menambahkan, fermentasi serat oleh bakteri terjadi lebih awal di siang hari sehingga durasi produksi asam lemak rantai pendek meningkat. Senyawa ini berperan penting dalam regulasi metabolisme dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan sepanjang hari.
Dengan strategi sederhana ini, konsumsi serat dapat memberikan dampak lebih besar bagi kesehatan pencernaan, metabolisme, dan pengendalian nafsu makan dibandingkan mengonsumsi serat secara acak sepanjang hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anak Kampung Sadang, Bandung Barat, menyeberangi Waduk Saguling dengan rakit untuk sekolah. Warga berharap akses jembatan segera dibangun.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan pameran khusus karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia sebagai penghormatan bagi sang maestro.
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.
Muktamar ke-35 NU menyepakati Rais Aam dan Ketum PBNU tidak boleh rangkap jabatan politik maupun publik tertentu.