Cukup Beberapa Menit, Aktivitas Ini Turunkan Risiko Penyakit
Olahraga intens beberapa menit terbukti turunkan risiko penyakit kronis menurut studi terbaru.
Ilutrasi perut buncit / Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Jenis lemak tubuh yang paling berbahaya ternyata bukan yang terlihat di bawah kulit, melainkan lemak viseral yang tersembunyi di dalam rongga perut. Hal ini diungkapkan ahli bedah jantung yang mengingatkan bahwa lemak tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular secara diam-diam.
Dr. Jeremy London, ahli bedah kardiotoraks bersertifikat, dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, menjelaskan bahwa lemak viseral memiliki dampak kesehatan jauh lebih serius dibandingkan lemak subkutan yang terlihat dari luar. Penjelasan tersebut, seperti dikutip Hindustan Times Kamis (26/2/2026) ia sampaikan melalui video Instagram pada Selasa (24/2/2026), sekaligus menyoroti pentingnya memahami distribusi lemak tubuh, bukan hanya angka berat badan.
Perbedaan Lemak yang Terlihat dan Tidak Terlihat
Sebagian besar orang cenderung fokus pada lemak yang tampak di cermin, yaitu lemak subkutan yang berada tepat di bawah kulit. Lemak ini memang memengaruhi penampilan fisik, tetapi bukan faktor risiko terbesar bagi kesehatan.
Menurut Dr. London, jenis lemak yang perlu mendapat perhatian lebih justru lemak viseral, yaitu lemak yang tersimpan jauh di dalam perut dan mengelilingi organ vital seperti hati, pankreas, serta usus. Lemak ini tidak selalu terlihat secara kasat mata, tetapi aktif secara metabolik sehingga dapat memicu gangguan hormonal dan proses peradangan dalam tubuh.
Mengapa Lemak Viseral Sangat Berbahaya
Dr. London menegaskan bahwa lemak viseral bertindak hampir seperti organ endokrin tersendiri karena mampu memengaruhi keseimbangan hormon tubuh dan menghasilkan zat kimia tertentu. Lemak ini dapat mengubah hormon sekaligus melepaskan sitokin proinflamasi ke dalam aliran darah, yang memicu peradangan sistemik di seluruh tubuh.
Kondisi tersebut berkaitan erat dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis, di antaranya resistensi insulin, diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak nonalkohol, serta gangguan kardiovaskular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah. Risiko tersebut dapat berkembang secara perlahan tanpa gejala jelas, sehingga sering tidak disadari.
Cara Sederhana Mengetahui Risiko Lemak Viseral
Untuk mengetahui kemungkinan risiko lemak viseral, Dr. London membagikan metode sederhana yang dapat dilakukan tanpa alat medis khusus, yaitu mengukur rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan. Caranya dengan mengukur lingkar pinggang, lalu membaginya dengan tinggi badan.
Jika hasil perhitungan lebih dari 0,5, kondisi tersebut menunjukkan risiko tinggi kelebihan lemak viseral serta komplikasi metabolik. Sementara itu, untuk pemeriksaan yang lebih akurat, metode medis seperti DEXA scan dapat digunakan untuk melihat distribusi lemak tubuh secara lebih detail. Informasi mengenai distribusi lemak ini penting karena dapat membantu menentukan strategi pencegahan penyakit metabolik dan kardiovaskular sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Hindustan Times
Olahraga intens beberapa menit terbukti turunkan risiko penyakit kronis menurut studi terbaru.
Gelora Seni 17-an di Lemahdadi Bantul menghadirkan pertunjukan lintas generasi, dari tari hingga Jathilan, dalam HUT ke-81 RI.
BTN memperkuat penyaluran FLPP di Jambi dengan mendorong rumah subsidi berkualitas dan tingkat keterhunian yang mencapai 95,07%.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.