Selain Pepaya, Ini 4 Alternatif Panganan Tinggi Serat
Tak suka pepaya? Ini 4 bahan pangan tinggi serat seperti kacang polong, kubis brussel, sawi hijau, dan ubi jalar untuk bantu pencernaan tetap lancar.
Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Antara/Syifa Yulinnas
Harianjogja.com, JAKARTA—Psikolog klinis sekaligus relawan Tim Cadangan Kesehatan (TCK) Kemenkes RI, Anna Aulia, menemukan perbedaan daya tahan psikologis antara warga desa dan warga kota saat menangani dampak banjir di Aceh Tamiang.
“Di desa, mereka fokus bagaimana bisa bertahan hidup lagi. Kalau rumah hilang, mereka bilang akan bangun lagi dan cari pekerjaan lagi,” ujar Anna saat wawancara di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).
Warga Desa Lebih Cepat Beradaptasi
Selama bertugas mendampingi penyintas di sejumlah kecamatan, Anna mengamati warga desa terpencil cenderung lebih cepat menerima kondisi pascabencana dibanding warga yang tinggal di pusat kota.
Sebaliknya, warga kota yang kehilangan aset, usaha, dan pekerjaan sering lebih terguncang secara emosional, sehingga proses pemulihan psikologisnya menjadi lebih lama.
“Perbedaan ini berkaitan dengan cara pandang terhadap kehilangan. Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan lebih cepat beradaptasi saat kehilangan harta benda,” katanya.
Namun, Anna menekankan bahwa respons setiap individu terhadap bencana berbeda-beda. Besarnya dampak tidak hanya dipengaruhi lokasi, tetapi juga pengalaman kehilangan dan dukungan sosial yang diterima.
Pemulihan Trauma dan Layanan Psikososial
Dalam pendampingan di lapangan, relawan melakukan penyaringan awal untuk mengidentifikasi penyintas dengan indikasi trauma berat.
Pendekatan pemulihan dilakukan melalui terapi trauma dan layanan psikososial untuk membantu warga kembali terhubung dengan lingkungan sekitar.
“Yang paling penting adalah mereka merasa tidak sendiri dan tetap memiliki dukungan dari lingkungan,” ujar Anna.
Peran TCK Kemenkes di Aceh
Penerjunan relawan TCK di Aceh merupakan bagian dari program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan pascabencana banjir di Aceh.
TCK dikerahkan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, termasuk dukungan kesehatan mental bagi masyarakat terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tak suka pepaya? Ini 4 bahan pangan tinggi serat seperti kacang polong, kubis brussel, sawi hijau, dan ubi jalar untuk bantu pencernaan tetap lancar.
Komisi III DPR mendesak aparat memburu seluruh aset dan aliran dana Eks Jampidsus FA serta mendukung pembentukan panja pengawasan kasus.
Penghentian jaringan 2G dinilai berpotensi dipercepat usai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, namun migrasi jutaan pengguna masih jadi tantangan.
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi SPMB SD-SMP setelah banyak SDN dan SMPN kekurangan murid. Disdikpora menyiapkan regrouping sekolah.
Sebanyak lebih dari 120 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti Impact Circle 2026, seminar dan workshop pengembangan diri yang diinisiasi oleh AIESEC
UGM memperluas pengembangan padi Gamagora di Madiun dengan Living-Lab dan 300 kg benih untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan.