Hizbullah Klaim Luncurkan 20 Serangan ke Tentara Israel
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Yulius Fang menunjukkan pajangan tulisan Fu dalam bahasa Tionghoa di kediamannya di Jakarta, Rabu (11/2/2026). ANTARA/Fitra Ashari.
Harianjogja.com, JAKARTA—Perayaan Imlek identik dengan berbagai simbol keberuntungan yang dipercaya membawa rezeki, kemakmuran, dan perlindungan bagi keluarga. Hal ini ditegaskan pakar Feng Shui yang menjelaskan makna hiasan khas Imlek yang umum dipajang di rumah masyarakat Tionghoa.
Tulisan Fu hingga patung dewa rezeki menjadi bagian penting dekorasi Imlek karena diyakini merepresentasikan harapan keberuntungan sepanjang tahun, sekaligus tradisi budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Pakar Feng Shui Yulius Fang menyampaikan bahwa sejumlah hiasan dan benda simbol keberuntungan biasanya dipasang di rumah keluarga keturunan Tionghoa selama perayaan Tahun Baru Imlek.
"Jadi, semua orang, tanpa kecuali, mau dari muda sampai tua, mau laki maupun wanita, kita butuh satu keberuntungan dalam hidup kita. Makanya Feng Shui Astrologi, bazi, dan kawan-kawan ini berusaha keras untuk menghadirkan keberuntungan di dalam diri kita," katanya, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan tulisan Fu, simbol dalam bahasa Tionghoa yang berarti beruntung atau hoki, sering dipajang di rumah dengan harapan pemilik hunian memperoleh keberuntungan sepanjang tahun.
Menurut dia, keberuntungan tetap harus diiringi kerja keras sehingga usaha dan doa berjalan seiring.
Selain dipasang saat Imlek, simbol Fu juga kerap dijadikan dekorasi permanen di rumah sebagai harapan usaha pemiliknya selalu mendatangkan hasil baik.
Di kalangan masyarakat Tionghoa juga terdapat kepercayaan bahwa memasang tulisan Fu secara terbalik dapat “menumpahkan” keberuntungan atau rezeki agar bisa diterima pemilik rumah.
Selain tulisan Fu, Yulius menyebut pajangan seperti koin emas kuno atau kotak harta di meja dianggap sebagai simbol kemakmuran serta rezeki melimpah.
Menurut dia, buah jeruk dan apel juga berkaitan dengan simbol keberuntungan serta kesejahteraan.
"Apel itu melambangkan Ping an, artinya aman, sentosa, selamat, damai, harmoni, seperti itu. Jadi, kedua buah ini biasanya juga sering di display baik sincia ataupun tidak sincia," ia menjelaskan.
Hiasan lain yang lazim ditemukan di rumah warga Tionghoa adalah Fu Lu Shou, patung tiga dewa yang dipercaya membawa keberuntungan (Fu), kesuksesan karier (Lu), dan umur panjang (Shou).
Caishen atau Dewa Harta juga termasuk simbol kekayaan yang kerap dijadikan pajangan di rumah saat Imlek.
Untuk “mengundang” Dewa Harta ke rumah, masyarakat Tionghoa biasanya membuka pintu dan jendela serta menyalakan seluruh lampu rumah pada malam awal tahun atau sincia.
Yulius juga menyoroti munculnya sejumlah kepercayaan yang sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan tradisi masyarakat Tionghoa, seperti anggapan bahwa hujan saat sincia membawa keberuntungan atau menaruh benda tajam di rumah saat Imlek dapat mendatangkan kesialan. Penjelasan ini menunjukkan pentingnya memahami simbol keberuntungan Imlek secara tepat sesuai budaya aslinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.