Chery dan BYD Kaji Potensi Kenaikan Harga Mobil di Indonesia
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Menus sarapan sehat. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Pendekatan nutrisi berbasis genetika atau food genomics semakin dilirik sebagai strategi kesehatan yang lebih personal. Dokter Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Davie, menyebut metode ini dapat menjadi salah satu terobosan dalam penyusunan pola makan di masa mendatang.
Menurut dia, kecenderungan masyarakat untuk mencari solusi kesehatan yang lebih tepat sasaran membuat food genomics relevan. “Food genomics dapat membantu menentukan pola makan yang lebih personal dan dapat mendukung perbaikan tren kesehatan masyarakat Indonesia dalam sepuluh tahun ke depan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Konsep food genomics bertumpu pada analisis kode genetik individu. Dari informasi tersebut, dokter dapat mengetahui bagaimana tubuh seseorang merespons zat gizi tertentu, potensi intoleransi, hingga kemampuan metabolisme. Karena setiap orang memiliki variasi gen, respons tubuh terhadap makanan pun berbeda-beda.
“Tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua orang. Perbedaan genetik membuat kebutuhan nutrisi sangat personal,” kata dr. Davie.
Pemeriksaan food genomics dilakukan melalui sampel darah atau air liur. Proses analisis berlangsung sekitar satu hingga dua minggu sebelum dokter menyusun rekomendasi nutrisi. Saran yang diberikan bisa mencakup penyesuaian makronutrien, kebutuhan vitamin tertentu seperti vitamin D, asupan lemak esensial omega-3, hingga jenis olahraga yang sesuai.
Meski hasil genetik bersifat tetap, dr. Davie menegaskan bahwa lingkungan tetap berperan. Faktor seperti stres, pola tidur, aktivitas fisik, hingga kebiasaan makan harian dapat memengaruhi bagaimana informasi genetik tersebut diterjemahkan tubuh.
“Karena itulah diet yang sukses di satu orang belum tentu memberikan hasil serupa pada orang lain,” tuturnya.
Ia menambahkan, panel nutrigenomik juga dapat mengidentifikasi kecenderungan alergi atau intoleransi makanan. Informasi tersebut membantu seseorang menghindari asupan yang bisa memicu masalah kesehatan.
Meski menawarkan pendekatan modern, dr. Davie menekankan bahwa food genomics tidak menggantikan prinsip dasar hidup sehat. Masyarakat tetap dianjurkan menjalankan pola makan seimbang, tidak melewatkan waktu makan, serta menjaga variasi asupan agar kebutuhan gizi terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.