Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Foto ilustrasi pasar baju bekas atau thrifting. / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pakaian bekas yang tidak dicuci bersih bisa membawa bakteri, jamur, dan virus berbahaya yang memicu infeksi kulit hingga saluran pencernaan.
Science Alert mengungkapkan kulit manusia secara alami dilapisi oleh jutaan bakteri, jamur, dan virus yang dikenal sebagai mikrobioma kulit. Setiap pakaian yang dikenakan bersentuhan langsung dengan ekosistem mikroba ini.
Banyak mikroba yang menjadikan kulit sebagai rumah, termasuk bakteri Staphylococcus (penyebab infeksi staph), Streptococcus (dibalik strep A), jamur seperti Candida (penyebab sariawan), dan virus seperti Human papillomavirus (HPV). Karena mikrobioma setiap orang unik, kuman yang tidak berbahaya bagi satu orang dapat memicu penyakit bagi orang lain.
Risiko Infeksi yang Mengintai
Pakaian bekas dapat menjadi pembawa berbagai patogen. Kuman dari mikrobioma kulit pemilik sebelumnya dapat masih menempel jika pakaian tidak dibersihkan sebelum dijual, termasuk patogen dari infeksi yang mungkin diderita mereka.
Penelitian membuktikan bahwa pakaian dapat menjadi tempat berkembang biak patogen infeksius seperti Staphylococcus aureus (infeksi kulit dan darah), Salmonella, E. coli, norovirus, rotavirus (penyebab demam, muntah, diare), serta jamur pemicu kutu air dan kurap.
Sebuah survei khusus di pasar Pakistan mendeteksi keberadaan Bacillus subtilus dan Staphylococcus aureus—bakteri pemicu infeksi kulit dan darah—pada banyak sampel pakaian bekas. Parasit penyebab dermatitis dan kudis juga ditemukan.
Yang mengkhawatirkan, penelitian menunjukkan kuman patogen seperti E. coli, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes dapat bertahan pada pakaian hingga berbulan-bulan. Pada kain katun atau serat campuran, kuman bertahan hingga 90 hari, sementara pada poliester dapat hidup hingga 200 hari.
Langkah-Langkah Pencucian yang Efektif
Kunci mengurangi risiko infeksi terletak pada cara mencuci yang tepat. Area pakaian yang bersentuhan dengan bagian tubuh lembap seperti ketiak, kaki, dan area genital cenderung paling terkontaminasi. Kontaminasi sisa makanan juga dapat menjadi sumber pertumbuhan bakteri atau jamur.
Studi pada pakaian bekas yang terkontaminasi parasit kudis membuktikan bahwa mencuci dapat menghilangkan semua parasit.
Berikut langkah-langkah yang disarankan:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.