BNPB: 1,18 Juta Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Klaten
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Ilustrasi shower mandi - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Penelitian terhadap lebih dari 400 penderita eksim menemukan bahwa frekuensi mandi tidak memengaruhi keparahan gejala bila kulit dirawat dengan pelembap.
Dikutip dari laman Everyday Health, Senin (17/11/2025), para peneliti dari Universitas Nottingham dan rumah sakit afiliasinya menciptakan “Studi Mandi Eksim” dengan masukan signifikan dari orang-orang yang hidup dengan eksim.
Para ilmuwan secara acak membagi lebih dari 400 sukarelawan penderita eksim menjadi dua kelompok yakni satu kelompok yang mandi setiap hari dengan berendam lebih dari enam kali atau seminggu, dan satu kelompok yang mandi setiap sekali atau dua kali seminggu.
Hasilnya setelah empat minggu, para peneliti tidak menemukan perbedaan gejala eksim antara kedua kelompok.
"Anda bebas memilih seberapa sering mandi, setiap hari atau setiap minggu, tanpa khawatir salah satu pilihan akan memperparah eksim Anda," kata Tanya Evans, MD , seorang dokter kulit yang tidak terlibat dalam studi baru ini.
Hal ini menjadi jawaban atas kebingungan para penderita eksim baik anak-anak maupun dewasa, yang sebelumnya banyak dokter kulit mengatakan jika mandi terlalu sering bisa menyebabkan kehilangan air transepidermal yang memperburuk kekeringan kulit dan menyebabkan lebih banyak flare.
Kehilangan air transepidermal terjadi ketika kelembapan berkurang karena air menguap dari permukaan kulit yang lembap.
"Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa mandi setiap hari tidak meningkatkan risiko kambuhnya jerawat, terutama jika Anda menggunakan pelembap tepat setelah selesai berendam atau mandi,” kata Oyetewa Asempa, MD , asisten profesor dermatologi di Baylor College of Medicine di Houston yang tidak terlibat dalam studi baru ini.
Dokter Evans juga menambahkan selama para penderita eksim melakukan perawatan rutin dan melembabkan kulit dengan benar setelah mandi, frekuensi mandi tidak akan terlalu berpengaruh pada keparahan eksim.
Namun keterbatasan penelitian ini hanya mengamati pasien selama empat minggu belum jelas bagaimana mandi setiap hari dapat memengaruhi penderita eksim dalam jangka panjang.
Evans mengatakan perubahan musim atau iklim yang berbeda dapat memiliki peran untuk para penderita eksim mengalami lebih banyak iritasi. Evans merekomendasikan penderita eksim untuk mandi dengan air hangat, dan batasi waktu di bak mandi atau pancuran hingga 10 atau 15 menit.
Gunakan pembersih yang lembut dan bebas pewangi dan selalu lembapkan kulit segera setelah mandi untuk mengunci kelembapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Prancis tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Spanyol. Kylian Mbappe menjadi sorotan dan mendapat kritik tajam dari media Prancis.
macOS Golden Gate Public Beta rilis! Fitur Siri AI, Liquid Glass, dan peningkatan performa. Hanya untuk Mac Apple Silicon, wajib backup data sebelum instalasi.
Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Gunungkidul. Dampaknya, harga ayam naik menjadi Rp35.000 per kilogram, diikuti kenaikan telur dan cabai rawit.
Madonna cetak album nomor 1 ke-10 dengan Confessions II, terjual 134.000 unit dan kalahkan Olivia Rodrigo. Album sekuel 20 tahun ini langsung puncaki Billboard
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka