Markas Judol WNA di Jakarta, Pakar UII: Ini Ancaman Serius Siber RI
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.
Komposer sekaligus konduktor Grego Julius bersama Grego Julius Orkestra menggelar konser di Auditorium Driyarkara, Sabtu (18/10/2025) malam. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Komposer sekaligus konduktor Grego Julius bersama Grego Julius Orkestra menggelar konser di Auditorium Driyarkara, Sabtu (18/10/2025) malam. Ia membawakan 22 lagu ciptaannya dalam konser bertajuk Simfoni Bagi Sang Pencipta, Saat Nada Menjadi Doa tersebut.
Konser itu juga menghadirkan bintang tamu pemain Saxophone, Charles dan pemain Harpa, Katelyn. Para penonton dari berbagai kalangan pun memenuhi auditorium sejak sore. Lagu-lagu yang dibawakan dan diciptakan sendiri oleh Grego Julius sebagian besar berawal dari pengalaman pribadi.
Lagu-lagu tersebut berawal dari doa yang ia lantunkan. Berkat insting musik sebagai musisi yang ditekuni sejak tahun 2.000, doa itu diubahkan menjadi lagu yang menarik. Menurutnya lagu-lagu yang ia ciptakan meski berisi doa namun bersifat umum, tidak hanya untuk umat kristiani saja.
"Saya memohon ampun pada Tuhan, saya tulis di dalam lagu itu. Akhirnya jadilah lagu itu. Nah, lagu-lagu itu saya bawakan dalam konser ini. Lagu ini lebih mengantarkan doa yang bersifat umum," katanya.
Ia menambahkan 22 lagu tersebut memiliki genre yang variatif. Di antaranya pop, ada yang klasik, jazz, bossa nova hingga latin. Sebagian besar memang lagu yang biasanya digunakan untuk mengiringi kegiatan di Gereja, namun ada beberapa lagu yang dibawakan tersebut merupakan lagu umum yang jamak dinyanyikan setiap orang.
"Saya menulis lagu sejak sekitar tahun 2.000. Ketika saya dikasih umur panjang, 70 tahun, ya. Saya akan lebih mendekatkan diri pada Tuhan, yaitu dengan cara apa? Dengan cara menulis lagu. Jadi doa saya, ucapan terima kasih saya, saya tuliskan di dalam lagu itu," ucapnya.
Konser tunggal itu merupakan kali keempat digelar. Ia merencanakan konser lagi pada 2026 mendatang dengan target minimal setahun sekali, pasalnya untuk persiapan butuh waktu sekitar empat bulan. "Untuk tahun ini mungkin sudah tidak ada, jadi tahun depan lagi karena persiapannya sekitar empat bulan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.
Kosti memperluas komunitas sepeda ontel hingga Papua Tengah dan menargetkan generasi muda melalui program kampus dan sekolah.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.