KPK Dalami Kedekatan Maidi dengan Pengusaha EO di Madiun
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Sekilas teringat gambaran film yang populer era 2000-an Ada Apa Dengan Cinta (AADC) saat mendengar film Rangga & Cinta bakal dirilis. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Sekilas teringat gambaran film yang populer era 2000-an Ada Apa Dengan Cinta (AADC) saat mendengar film Rangga & Cinta bakal dirilis.
Benar, “Rangga & Cinta” yang merupakan film produksi ulang AADC yang juga berlatarkan waktu yang sama, namun menghadirkan sesuatu yang lebih segar lewat genre musikal yang disutradarai Riri Riza.
Miles Films menghadirkan film rebirth AADC yang diproduseri Mira Lesmana, Nicholas Saputra dan Toto Prasetyanto ini bakal tayang perdana 2 Oktober di bioskop Indonesia.
Bukan tanpa alasan, Mira Lesmana mengakui ia sengaja menggaet Nicholas Saputra di film ini agar tetap melekat dengan film produksi ulang AADC yang pernah dibintanginya bersama Dian Sastrowardoyo.
BACA JUGA: Selamatkan 15 Danau Prioritas, Ini Langkah Pemerintah
Sosok pemeran utama yakni Cinta diperankan oleh Leya Princy dan Rangga oleh El Putra Sarira, sementara geng Cinta menghadirkan Daniella Tumiwa sebagai Karmen, Rafly Altama sebagai Mamet, Katyana Mawira sebagai Milly, Kyandra Sembel sebagai Maura, dan Jasmine Nadya sebagai Alya.
Penonton “Rangga & Cinta” bakal mendapatkan suguhan awal berupa koreografi dan musik dari musisi kenamaan Melly Goeslaw yang berjudul “Ku Bahagia”. Sosok Anto Hoed yang turut berperan menghadirkan nuansa musik nostalgia namun tetap modern ini berhasil memukau pada pembukaan film yang diwarnai siswa-siswi seragam putih abu-abu unjuk kebolehan menari.
Bagi yang sudah pernah menonton AADC, sosok geng Cinta dengan wajah anyar akan sedikit menebak-nebak karakter para pemain. Namun seiring berjalannya adegan, perlahan sosok sahabat Cinta bakal dikenal lewat ekspresi hingga intonasi bicara.
Film yang menceritakan persahabatan dan percintaan ala remaja yang ringan namun menghangatkan ini sukses mengajak penonton memasuki dunia Cinta yang dipenuhi perasaan ‘naik turun’.
Pasalnya, awal perkenalan Cinta dengan Rangga berujung pelik, namun perlahan kisah percintaan itu menghangat tentu saja diiringi dengan berbagai musik latar.
Meski film hasil produksi ulang, sang sutradara rupanya ingin tetap menghadirkan sesuatu yang relate dengan hal-hal masa kini. Sebut saja saat Cinta dan Rangga melakukan sesi photobox hingga menghadirkan musik populer masa kini.
Dari sisi alur cerita yang tentu saja para penonton bisa menebak akhir cerita, tapi tetap saja kehadiran adegan-adegan musikal seperti sosok Borne yang diketahui dalam AADC menjadi sosok geng pria populer di sekolah juga ikut andil menyanyi namun tetap menghadirkan sisi maskulin yang lekat dengan karakternya.
Tak ketinggalan, kala geng Cinta unjuk kemampuan menyanyi juga menjadi sebuah penyegaran sehingga penonton tidak bosan menyimak adegan demi adegan.
Belum lagi duet sang pemain utama yakni Leya dan El Putra yang memiliki suara khas dan nyaman didengar menjadi suguhan apik dengan iringan alat musik yang dimainkan El.
Secara total, film ini menghadirkan delapan lagu yang mampu mengajak penonton bernostalgia pada kisah percintaan masa remaja yang diwarnai kebimbangan, hingga rasa bahagia.
Tak sekadar film musikal, Riri turut menghadirkan sastra yang menjadi penyambung Cinta dan Rangga. Medium yang bisa dibilang menjadi penyambung awal mula kisah cinta sang pemain utama ini begitu melekat, bahkan Cinta sempat bernyanyi lewat salah satu penggalan puisi diiringi lantunan piano Rangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.