Bulog Jogja Serap 196.431 Ton Gabah, Target 2026 Tercapai
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Ilustrasi lari maraton. Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Memulai rutinitas olahraga tak bisa dilakukan sembarangan. Dokter Subspesialis Kedokteran Olahraga Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO., Subsp.APK(K), MARS, mengingatkan pentingnya mempertimbangkan usia dan kondisi fisik sebelum memilih jenis olahraga yang tepat.
“Tapi bukan tidak mungkin untuk berlari, tergantung pada kondisi masing-masing. Kondisi medis tertentu, misalnya artritis, radang sendi, lebih cocok untuk dilakukan jalan kaki,” kata Listya dalam gelar wicara kesehatan tentang olahraga lari di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Listya mengatakan secara umum pada usia lanjut disarankan untuk berjalan, karena mempertimbangkan risiko yang rendah pada sendi. Pada kondisi pemulihan dari cedera, biasanya perlu istirahat dari olahraga lari dan memilih berjalan sebagai bagian dari program pemulihan karena dampak yang lebih rendah dan tidak memperparah cedera.
Selain itu, perlu juga untuk mengetahui tujuan latihan yang diinginkan dan target apa yang ingin dicapai. Baik berjalan atau berlari, Listya mengatakan harus disesuaikan dengan kondisi individu dan tidak bisa disamakan dengan orang lain.
Sementara bagi yang memiliki tingkat kebugaran tinggi, sangat disarankan untuk memilih berlari untuk mendapatkan tantangan dan manfaat yang lebih besar.
BACA JUGA: Konstruksi Tol Jogja-Solo Ruas Trihanggo-Junction Sleman Capai 65 Persen
“Kemudian tentu saja konsultasi ke dokter sebelum memulai melakukan program latihan, terutama pada kondisi-kondisi medis tertentu,” kata Listya.
Listya mengatakan saat ingin memulai olahraga, perlu kepatuhan dan konsistensi dengan menetapkan tujuan realistis yang mampu dilakukan oleh individu. Buat jadwal latihan sesuai porsi yang bisa menjadi strategi untuk menjaga konsistensi.
Ia juga menyarankan untuk menggunakan aplikasi untuk memantau aktivitas harian untuk memantau perkembangan latihan, dan bergabung dengan komunitas untuk meningkatkan motivasi.
“Hal yang paling penting evaluasi rutin kemajuannya, karena apabila tidak dievaluasi maka kita tidak tahu perkembangannya seperti apa,” kata Listya.
Untuk pemula, ia menyarankan metode Jeffing atau kombinasi jalan dan lari karena minim risiko cedera dan meningkatkan daya tahan secara bertahap. Dengan metode kombinasi ini meningkatkan kapasitas aerobik, dan dapat disesuaikan dengan tingkat kebugaran dan tujuan individu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.
Nobar Piala Dunia 2026 di Teras Malioboro dipadati ratusan warga dan berdampak positif pada omzet UMKM yang meningkat hingga empat kali lipat.