BNPB: 1,18 Juta Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Klaten
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Biji chia disajikan bersama buah-buahan. - ist/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Biji Chia belakangan populer karena manfaat kesehatan. Biji chia mengandung serat, protein, asam lemak omega-3, dan antioksidan serta bermanfaat untuk menurunkan berat badan.
Namun, biji chia bisa menyebabkan perut kembung atau sembelit kalau tidak dikonsumsi secara hati-hati.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times, Kamis (12/8/2025), ahli gizi Gauri Anand menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi biji chia agar tidak malah memicu masalah kesehatan.
Dia mengingatkan bahwa biji chia sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan kering, tanpa direndam terlebih dulu.
"Jika dikonsumsi tanpa direndam atau diberi cairan yang cukup, biji chia akan menyerap kelembapan di dalam tubuh dan dapat mengembang di tenggorokan atau perut, yang menyebabkan risiko tersedak atau ketidaknyamanan," katanya.
Biji chia kering juga dapat menimbulkan masalah pencernaan kalau dikonsumsi begitu saja. Studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Journal of Foods menunjukkan bahwa mengonsumsi biji chia kering dapat menyebabkan kembung, sembelit, atau kram.
BACA JUGA: Demo Buruh, Massa Bergerak ke Gerbang Utama Gedung DPR
Jadi, sebaiknya biji chia direndam dalam cairan dulu sebelum dikonsumsi. Rasio yang baik adalah satu sendok makan biji chia dengan 1/2 hingga satu cangkir cairan. Biarkan biji chia terendam selama setidaknya selama dua sampai tiga jam, lebih baik lagi sampai semalaman, sebelum dikonsumsi.
Biji chia juga bisa dijadikan campuran smoothie sehat atau dicampur dengan makanan basah seperti yoghurt, oatmeal, dan sup. Jika biji chia dicampur dengan makanan sudah mengandung air, perendaman terpisah tidak perlu dilakukan.
Gauri Anand mengingatkan bahwa mengonsumsi biji chia dalam jumlah berlebihan, sampai lebih dari 30 gram atau dua sendok makan sekaligus, justru dapat menimbulkan masalah kesehatan.
"Mengonsumsi chia secara berlebihan dapat menyebabkan sembelit, gas, atau sakit perut karena kandungan seratnya yang tinggi," katanya.
Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan diet tinggi serat, tiba-tiba mengonsumsi biji chia dalam jumlah banyak dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Lebih baik memulai dengan mengonsumsi biji chia dalam porsi kecil, satu sendok teh.
Konsumsi biji chia sebaiknya diimbangi dengan banyak minum, karena biji chia menyerap air dari lingkungan di sekitarnya, termasuk dari saluran pencernaan.
"Agar tetap aman, biji chia harus selalu direndam dalam air atau ditambahkan ke makanan cair seperti smoothie, yoghurt, atau oat dan direndam semalaman, dan diimbangi dengan asupan air harian yang cukup," kata Gauri.
Dia juga menyampaikan pentingnya mengonsumsi biji chia dalam waktu yang tepat. Biji chia disarankan dikonsumsi untuk sarapan pagi atau camilan siang hari.
Mengonsumsi biji chia tepat sebelum tidur dapat menyebabkan masalah, karena kandungan seratnya dapat memperlambat pencernaan, menimbulkan gas, menyebabkan rasa berat, dan memicu peningkatan frekuensi buang air kecil pada malam hari. Gauri mengatakan bahwa biji chia tidak cocok untuk semua orang.
"Karena chia memiliki sifat pengencer darah alami, biji chia dapat meningkatkan risiko pendarahan jika Anda sedang mengonsumsi obat antikoagulan atau tekanan darah," katanya.
Pada orang dengan masalah pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar dan gangguan menelan, mengonsumsi biji chia justru bisa memperparah kondisi karena kandungan seratnya yang tinggi dan sifatnya yang dapat mengembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Regulator gas mendesis bisa dipicu seal, pemasangan, atau regulator rusak. Simak penyebab dan cara mengatasinya dengan aman.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Inovator Pembangunan dan Ketahanan
Masa tunggu haji reguler turun menjadi rata-rata 26 tahun. Pemerintah masih mengkaji berbagai skema percepatan keberangkatan jemaah.
Ketua RT mengungkap tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pernah mengirim ancaman serupa kepada warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Akselerator Pariwisata