Magelang Siap Gelar Interhash, Distoria, dan SBY Cup 2026
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Pemeran film Dasim Omar Daniel, Zulfa Maharani dan Dinda Kanyadewi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Film horor Dasim yang disutradarai Ginanti Rona mulai tayang di bioskop sejak 15 Mei 2025. Film ini tidak sekadar menyajikan sensasi horor, namun juga memberikan pesan penting dalam kehidupan rumah tangga.
Film ini diperankan oleh Omar Daniel sebagai Arman, Zulfa Maharani sebagai Salma, Adinda Thomas sebagai Indri, Dinda Kanyadewi sebagai Teh Diah, Morgan Oey sebagai Dika dan sejumlah aktor dan aktris lain salah satunya Meriam Belina yang bertindak sebagai ibunda Arman.
Horor Dasim menceritakan tentang sepasang suami istri Arman dan Salma. Dalam kehidupan rumah tangga, Salma mengalami konflik beragam saat sedang hamil, tidak hanya diteror tak kasat mata, namun juga harus berkonflik dengan mertuanya karena tinggal serumah.
Pemeran utama Omar Daniel mengakui, dirinya justru mampu mengambil pesan penting ketika memerankan sosok Arman. Salah satunya yang paling sulit dan baru pertama kali dia rasakan adalah cara membagi kasih sayang kepada ibu dan istrinya. "Bagi saya paling sulit memerankan film ini adalah ketika saya harus membagi kasih sayang antara istri dengan ibu atau orangtua," katanya di sela-sela menemui penonton di XXI JCM, Minggu (18/5/2025).
Maka baginya film horor Dasim ini memberikan banyak pesan penting dalam kehidupan rumah tangga. Di mana seorang suami harus memiliki perhatian kepada istri terutama saat sedang hamil.
"Visualnya [cerita di film] karena dia sibuk kerja sampai lupa istrinya yang sedang hamil, di mana orang hamil itu ada perubahan hormon yang mungkin ketika ada persoalan kecil tidak bisa dia hadapi sendiri. Pesan intinya suami sesibuk apapun jangan lupa keluarga, jangan lupa istri," ujarnya.
Selain itu, Omar mengungkap dalam rumah tangga banyak sekali cobaan, dalam film tersebut digambarkan sebagai sosok jin Dasim yang bisa membuat manusia merenggang hubungannya.
"Jin Dasim ini bisa menganggu apa pun, karena memang gangguan itu bisa berupa hubungan bisa renggang dan lainnya, intinya jin Dasim itu bisa masuk menganggu. Oleh karena itu harus melibatkan Tuhan dalam setiap persoalan," katanya.
Zulfa Maharani pun mengamini bahwa banyak pesan dalam bisa dipraktikkan kehidupan keluarga dalam film tersebut. Dari sisi teknis pembuatan film, ia merasa tidak ada kendala yang signifikan.
"Tantangan utama syuting di Bandung musim hujan banyak momen harus berhenti syuting karena hujan itu membuat aku secara personal banyak adegan terhenti," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.