Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Penderita penyakit asma banyak yang menghindari olahraga kerana takut serangan sesak napas.
Padahal dengan pemilihan jenis olahraga yang tepat dan persiapan yang baik, aktivitas fisik justru dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru, memperkuat otot pernapasan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Dilansir dari healthline.com pada Kamis (20/3/2025), berikut ini adalah beberapa jenis olahraga yang aman dan bermanfaat bagi penderita asma.
Renang
Renang adalah salah satu olahraga terbaik untuk penderita asma. Udara yang lembap di sekitar kolam renang membantu menjaga saluran napas tetap terbuka. Sementara itu, latihan pernapasan saat berenang dapat meningkatkan kapasitas paru-paru.
Yoga
Dilansir dari medicaldaily.com, yoga membantu melatih teknik pernapasan dan mengurangi stres, yang sering kali menjadi pemicu asma. Beberapa pose dalam yoga juga dapat meningkatkan fleksibilitas dada dan diafragma, sehingga memperbaiki pola pernapasan.
Berjalan Santai
Berjalan adalah olahraga ringan yang cocok untuk penderita asma, terutama di lingkungan yang memiliki udara bersih. Aktivitas ini membantu meningkatkan kebugaran tanpa memberikan tekanan berlebih pada paru-paru.
Bersepeda Santai
Bersepeda dengan kecepatan santai, terutama di lingkungan yang tidak berpolusi, bisa menjadi pilihan yang baik. Bersepeda meningkatkan stamina dan kebugaran kardiovaskular tanpa terlalu membebani sistem pernapasan.
Latihan Kekuatan
Latihan beban dengan intensitas rendah hingga sedang dapat membantu memperkuat otot, termasuk otot pernapasan. Latihan ini bisa dilakukan dengan beban ringan atau menggunakan berat tubuh sendiri, seperti squat atau push-up.
BACA JUGA: Paruh Pertama Permainan, Timnas Indonesia Tertinggal 3-0 Melawan Australia
Berikut ini Tips Aman Berolahraga untuk Penderita Asma
- Pemanasan yang cukup sebelum berolahraga untuk mengurangi risiko penyempitan saluran napas.
- Hindari olahraga di udara dingin, berdebu, atau berpolusi karena dapat memicu serangan asma.
- Selalu bawa inhaler sebagai langkah antisipasi jika terjadi serangan asma saat berolahraga.
- Jangan memaksakan diri dan berhenti jika merasa sesak napas atau kelelahan. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai.
Dengan memilih olahraga yang tepat dan mengikuti langkah-langkah pencegahan, penderita asma tetap bisa menjalani gaya hidup aktif dan sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.