Meski Puasa, Olahraga Tetap Dibutuhkan untuk Kesehatan, Begini Penjelasan Ahli

Newswire
Newswire Senin, 03 Maret 2025 21:37 WIB
Meski Puasa, Olahraga Tetap Dibutuhkan untuk Kesehatan, Begini Penjelasan Ahli

Jogging - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Meski dalam kondisi pusaa sebaiknya ttetap melakukan olahraga untuk kesehatan tubuh baik itu melatih kardio atau latihan beban serta latihan fleksibiliti.

Demikian disampaikan Spesialis Kedokteran Olahraga dr Andhika Respati. “Kita tetap butuh melatih kardio, tetap butuh latihan beban atau latihan otot dan juga kita butuh latihan fleksibiliti. Untuk fleksibilitas mungkin seharusnya tak ada isu ya, karena latihan stretching itu kan tidak terlalu capek artinya tidak terlalu berat secara intensitas juga tidak membuat dehidrasi,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/3/2025) dikutip dari Antara.

Namun demikian, lanjut dia, yang patut diperhatikan adalah latihan kardio dan latihan beban.

Dia mengatakan, selama bulan puasa, terdapat beberapa pilihan waktu yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan latihan yakni pagi setelah sahur sebelum berbuka atau setelah berbuka. “Dan artinya kan tergantung orangnya dan memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,” tambahnya,

BACA JUGA: Akses Makin Dekat dan Diskon Tarif Tol, Diperkirakan Pemudik Saat Libur Lebaran ke Jogja Lebih Banyak dari Nataru

Melakukan olahraga setelah sahur menurutnya memiliki kelebihan yakni cadangan energi dan cairan tubuh masih banyak, namun perlu hari-hati saat memilih olahraga yang sifatnya banyak berkeringat pasalnya ini akan menjadi bumerang bagi tubuh. Sehingga bila akan olahraga pagi, ia menyarankan melakukan olahraga dengan trik agar tidak banyak berkeringat misalnya olahraga di tempat yang berpendingin udara, dengan pakaian tipis sehingga keringat yang keluar tidak berlebih serta tidak rawan dehidrasi hingga sore.

Sementara bila akan melakukan olahraga sebelum berbuka puasa, dapat memilih latihan yang ringan yang tidak banyak membutuhkan gula sehingga setelahnya dapat menggunakan lemak sebagai sumber tenaga. “Juga setelah beres bisa minum, jadi mau dibikin agak sedikit berkeringat agak sedikit panjang itu tidak apa-apa asalkan jangan terlalu berlebih karena semakin tinggi intensitas, dikhawatirkan semakin butuh gula yang mana sudah semakin tipis gula yang ada di tubuh,” katanya.

Namun demikian, olahraga setelah berbuka puasa, harus mempertimbangkan juga waktu untuk beribadah, apakah akan beribadah di masjid atau tidak, sehingga durasi olah raga menjadi pertimbangan lain.

Sementara bila melakukan olah raga setelah ibadah sholat tarawih yang biasanya selesai malam, dikhawatirkan akan menyebabkan kekurangan waktu tidur karena jam tidur mundur dan harus bangun kemudian untuk sahur.

“Jadi mendingan kalau mau setelah buka ya sempatkan sebelum tarawih,” tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online