Tambang Emas Ilegal Longsor di Angola, 28 Penambang Tewas
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Foto ilustrasi susu. - Stockcake
Harianjogja.com, JAKARTA—Selain dari makanan, kebutuhan gizi seimbang untuk anak juga bisa terpenuhi dari minuman.
Healthy Eating Research (HER) mengeluarkan rekomendasi minuman sehat untuk anak-anak, dengan menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor seperti hidrasi, asupan kalori, kadar kalsium, dan kesehatan anak secara keseluruhan.
Dilansir dari Medical Daily pada Sabtu, Wakil Direktur HER Megan Elsener Lott mengatakan untuk anak-anak dari segala usia, air dan susu adalah minuman terbaik untuk memenuhi asupan gizi mereka.
"Selain tidak memiliki kalori, air adalah pelepas dahaga tanpa gula. Sementara itu, satu cangkir susu mengandung 300 miligram kalsium, sehingga berperan besar dalam memenuhi kebutuhan harian anak," kata Megan.
Anak-anak usia 1–3 tahun membutuhkan 700 mg kalsium per hari, sementara anak usia 4–8 tahun memerlukan 1.000 mg, dan mereka yang berusia 9–18 tahun harus mendapatkan 1.300 mg.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, Megan merekomendasikan konsumsi dua cangkir susu atau minuman berbasis susu/soy yang difortifikasi untuk usia 2–3 tahun, 2,5 cangkir untuk usia 4–8 tahun, dan 3 cangkir untuk usia 9 tahun ke atas.
Saat memilih susu, disarankan untuk memilih susu tanpa lemak atau rendah lemak.
BACA JUGA: Magnesium Membantu Menurunkan Risiko Penyakit Jantung, Ini Makanan Sumbernya
HER juga menyarankan untuk membatasi konsumsi susu alternatif berbasis nabati dan susu berperisa, serta sepenuhnya menghindari minuman yang mengandung gula tambahan, pemanis buatan, kafein, atau stimulan lainnya.
Untuk anak-anak yang menyukai jus, pastikan hanya memberikan jus 100 persen murni dan mengikuti batasan yang direkomendasikan yakni tidak diberikan untuk bayi di bawah 6 bulan, maksimal 2–4 ons per hari untuk usia 6–12 bulan, 4–6 ons untuk usia 1–6 tahun, dan 8–12 ons untuk usia 7–18 tahun.
Minuman bersoda tidak disarankan karena tidak memiliki nilai gizi dan mengandung kadar gula yang tinggi. Selain itu, soda berkontribusi terhadap kerusakan gigi, sering kali mengandung kafein yang tidak diperlukan, dan dapat menggantikan konsumsi susu kaya kalsium dalam pola makan anak.
Orang tua disarankan untuk sepenuhnya menghindari pemberian soda kepada anak usia dini, sementara bagi anak yang lebih besar, soda sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali daripada dilarang sepenuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.