Masuk Bursa Gubernur BI, Purbaya Ikuti Keputusan Presiden Prabowo
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Foto ilustrasi susu. - Stockcake
Harianjogja.com, JAKARTA—Selain dari makanan, kebutuhan gizi seimbang untuk anak juga bisa terpenuhi dari minuman.
Healthy Eating Research (HER) mengeluarkan rekomendasi minuman sehat untuk anak-anak, dengan menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor seperti hidrasi, asupan kalori, kadar kalsium, dan kesehatan anak secara keseluruhan.
Dilansir dari Medical Daily pada Sabtu, Wakil Direktur HER Megan Elsener Lott mengatakan untuk anak-anak dari segala usia, air dan susu adalah minuman terbaik untuk memenuhi asupan gizi mereka.
"Selain tidak memiliki kalori, air adalah pelepas dahaga tanpa gula. Sementara itu, satu cangkir susu mengandung 300 miligram kalsium, sehingga berperan besar dalam memenuhi kebutuhan harian anak," kata Megan.
Anak-anak usia 1–3 tahun membutuhkan 700 mg kalsium per hari, sementara anak usia 4–8 tahun memerlukan 1.000 mg, dan mereka yang berusia 9–18 tahun harus mendapatkan 1.300 mg.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, Megan merekomendasikan konsumsi dua cangkir susu atau minuman berbasis susu/soy yang difortifikasi untuk usia 2–3 tahun, 2,5 cangkir untuk usia 4–8 tahun, dan 3 cangkir untuk usia 9 tahun ke atas.
Saat memilih susu, disarankan untuk memilih susu tanpa lemak atau rendah lemak.
BACA JUGA: Magnesium Membantu Menurunkan Risiko Penyakit Jantung, Ini Makanan Sumbernya
HER juga menyarankan untuk membatasi konsumsi susu alternatif berbasis nabati dan susu berperisa, serta sepenuhnya menghindari minuman yang mengandung gula tambahan, pemanis buatan, kafein, atau stimulan lainnya.
Untuk anak-anak yang menyukai jus, pastikan hanya memberikan jus 100 persen murni dan mengikuti batasan yang direkomendasikan yakni tidak diberikan untuk bayi di bawah 6 bulan, maksimal 2–4 ons per hari untuk usia 6–12 bulan, 4–6 ons untuk usia 1–6 tahun, dan 8–12 ons untuk usia 7–18 tahun.
Minuman bersoda tidak disarankan karena tidak memiliki nilai gizi dan mengandung kadar gula yang tinggi. Selain itu, soda berkontribusi terhadap kerusakan gigi, sering kali mengandung kafein yang tidak diperlukan, dan dapat menggantikan konsumsi susu kaya kalsium dalam pola makan anak.
Orang tua disarankan untuk sepenuhnya menghindari pemberian soda kepada anak usia dini, sementara bagi anak yang lebih besar, soda sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali daripada dilarang sepenuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.