Viral Anggota Polres Tuban Hajar Badut Jalanan, Berakhir Minta Maaf
Anggota Polres Tuban berinisial TS meminta maaf atas video viral yang melibatkan dirinya. Korban menerima permintaan maaf dan memilih jalur damai.
Foto ilustrasi ikan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Ikan beku dari dalam lemari pendingin tenyata berbahaya jika dicairkan dalam keadaan wadah tertutup rapat karena akan menimbulkan racun.
Seperti dikutip dari laman Well and Good, Senin (24/2/2025), spesialis keamanan pangan di Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington Alyssa Pilot mengatakan semuanya bermuara pada racun yang diproduksi oleh Clostridium botulinum, bakteri yang menyebabkan botulisme, penyakit langka namun serius yang paling sering dikaitkan dengan produk kalengan yang telah diproses secara tidak benar.
Di lingkungan rendah oksigen, seperti makanan yang dikemas vakum, dikalengkan, atau diawetkan, spora ini dapat tumbuh dan menghasilkan racun yang menyerang sistem saraf. "Sejumlah kecil racun ini dapat menyebabkan gejala parah dan sering kali berakibat fatal jika tidak segera diobati," kata Pilot.
Ia juga mencatat bahwa botulisme tidak dapat dilihat, dicium, atau dicicipi, jadi tidak mungkin untuk mengetahui apakah makanan telah terkontaminasi atau tidak.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), gejala botulisme meliputi kelemahan otot, penglihatan kabur, dan kesulitan bernapas atau menelan.
BACA JUGA: 2 PNS Gunungkidul Diduga Berselingkuh dan Mesum di Toilet Pemkab
Ikan beku sangat rentan terhadap kontaminasi botulisme karena jenis bakteri tertentu yang ditemukan di lingkungan perairan—tipe E.
Clostridium botulinum Tipe E juga dapat tumbuh pada suhu rendah hingga 38 derajat Fahrenheit (3,3 celcius),” kata Michael Ciaramella , spesialis keamanan dan teknologi makanan laut di New York Sea Grant , Cornell.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) merekomendasikan agar lemari es rumah dijaga pada suhu 40 derajat Fahrenheit atau 4,4 derajat celcius atau di bawahnya untuk menahannya dari racun.
Untuk mencairkan ikan beku yang aman, Pilot dan Ciaramella merekomendasikan membuka kemasannya dan membiarkan ikan bersentuhan dengan oksigen, kemungkinan terbentuknya racun berbahaya akan sangat berkurang.
Menariknya, tindakan pencegahan yang sama tidak diperlukan untuk produk makanan lain yang disegel vakum, termasuk daging, karena produk tersebut tidak memiliki risiko botulisme tipe E. “Jika disimpan dengan benar dan dimasak pada suhu yang aman, risikonya tidak meningkat,” kata Pilot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggota Polres Tuban berinisial TS meminta maaf atas video viral yang melibatkan dirinya. Korban menerima permintaan maaf dan memilih jalur damai.
Kapolri Listyo Sigit ingin jadi aktivis setelah pensiun. Ia bahkan berseloroh siap turun ke jalan ikut demo buruh.
Argentina kalahkan Honduras 2-0 meski tanpa Messi. Lautaro Martinez dan Giuliano Simeone jadi penentu kemenangan.
Pemkot Jogja bedah 30 rumah tanpa APBD dan APBN. Program gotong royong warga dan CSR ini langsung dirasakan manfaatnya.
Hampir 17 ribu haji reguler 2026 akan menginap di hotel bintang 4 dan 5 di Madinah, dekat Masjid Nabawi. Prioritas untuk lansia.
Penembakan dekat festival di Toledo melukai warga. Sepanjang 2026, kasus serupa di AS sudah ratusan dengan ratusan korban.