Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Deddy Corbuzier: Hati Saya Sangat Hancur
Deddy Corbuzier ungkap duka mendalam atas meninggalnya Vidi Aldiano. Kepergian rekan duet di Podhub ini meninggalkan luka bagi industri hiburan.
Ilustrasi perjalanan pesawat terbang./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Menghadapi pembatalan penerbangan di menit-menit terakhir bisa sangat membuat frustrasi bagi para penumpang, baik mereka yang terbang untuk liburan, kembali ke rumah, urusan bisnis, atau mengejar acara-acara penting.
Acapkali, pembatalan kerap dilakukan karena kondisi penerbangan yang tidak aman, seperti cuaca berbahaya, masalah keamanan, atau masalah teknis pada pesawat.
Namun, ada pula beberapa pembatalan penerbangan terjadi karena kelemahan di maskapai, seperti karena kekurangan staf, kesalahan penjadwalan, atau keterlambatan pemeliharaan yang sebenarnya dapat dikelola dengan perencanaan yang lebih baik.
Mengutip data Cirium, berikut 15 maskapai teratas dengan tingkat pembatalan penerbangan tertinggi dan jumlah total penerbangan mereka pada 2024:
Dana Air memiliki tingkat pembatalan tertinggi di antara maskapai yang dilacak oleh Cirium, sebagian besar karena penangguhannya oleh Otoritas Penerbangan Sipil Nigeria setelah insiden landasan pacu pada April 2024.
Hingga Januari 2025, maskapai tersebut masih belum beroperasi sambil menunggu audit keselamatan dan keuangan. Sebagian besar maskapai dengan tingkat pembatalan tertinggi berbasis di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah serta Afrika, dengan hanya satu maskapai Amerika Utara (Cape Air) dan satu maskapai Eropa (Ural Airlines) di antara daftar tersebut.
Pada 2024, Ural Airlines ditambahkan ke daftar sanksi Uni Eropa karena diduga mendukung operasi militer Rusia di Ukraina dengan mengangkut personel militer dan membuat skema penjualan tiket khusus dengan kementerian pertahanan Rusia.
Selain itu, maskapai penerbangan yang lebih kecil yang menghubungkan daerah terpencil atau kepulauan, seperti Air Seychelles, Winair (Karibia), Air Austral (Kepulauan Réunion dan Samudra Hindia), dan Cape Air (AS dan Karibia), sering kali menghadapi tingkat pembatalan yang lebih tinggi karena tantangan yang terkait dengan cuaca, infrastruktur, dan kompleksitas operasional.
Sementara di Indonesia, sejumlah maskapai seperti Lion Air, Wings Air, dan Batik Air, juga bergulat dengan tantangan tingkap pembatalan tinggi yang serupa, karena seringnya kondisi cuaca ekstrem seperti musim hujan, serta bencana alam seperti letusan gunung berapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Deddy Corbuzier ungkap duka mendalam atas meninggalnya Vidi Aldiano. Kepergian rekan duet di Podhub ini meninggalkan luka bagi industri hiburan.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.