Bentrokan di Jalan Tambak Tewaskan Satu Orang Dipicu Cekcok
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA–Dikutip dari The Hindustan Time, Jumat (17/1/2025) sebuah studi dari Universitas Birmingham mengungkap konsekuensi buruk dari kekerasan di masa kecil. Salah satunya, memengaruhi sistem imun pada anak.
Studi ini disebut sebagai yang pertama kali berhasil menghubungkan pengalaman traumatis masa kecil dengan penyakit yang memengaruhi sistem imun.
Orang-orang yang mengalami pelecehan atau penelantaran saat kecil lebih rentan mengembangkan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan psoriasis.
BACA JUGA: Kekerasan di Sekolah hingga Pesantren Meningkat 100 Persen
Trauma yang dialami di usia dini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit-penyakit ini, terutama pada perempuan.
Peneliti menyarankan agar perhatian khusus diberikan kepada individu yang pernah mengalami kekerasan di masa kecil, karena mereka memiliki risiko lebih tinggi mengidap berbagai penyakit di kemudian hari.
Menurut studi tersebut, kemungkinan terkena rheumatoid arthritis dan psoriasis meningkat pada orang yang mengalami kekerasan di masa kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan mental dan fisik saling terkait erat.
Trauma yang dialami di awal kehidupan memengaruhi sistem imun hingga menyebabkan kerusakan fungsi.
Rheumatoid arthritis menyerang sendi, sementara psoriasis memengaruhi kulit, namun keduanya memiliki penyebab yang sama: sistem imun yang tidak berfungsi dengan baik.
Menurut Arthritis Foundation, rheumatoid arthritis disebabkan oleh peradangan dan nyeri pada sendi. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun menyerang lapisan sendi secara tidak normal.
Sementara itu, National Psoriasis Foundation menjelaskan bahwa psoriasis menyebabkan kulit berkembang menjadi plak dan sisik yang terangkat akibat sistem imun yang terlalu aktif mempercepat pertumbuhan sel kulit.
Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya perhatian pada trauma masa kecil, karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan mental, tetapi juga kesehatan fisik yang serius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.