Tren Wisata 2025: Petualangan Alam Bebas Bakal Jadi Favorit Tahun Depan

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Selasa, 24 Desember 2024 21:07 WIB
Tren Wisata 2025: Petualangan Alam Bebas Bakal Jadi Favorit Tahun Depan

Ilustrasi pendakian gunung./Harian Jogja

Harianjogja.com, JAKARTA—Wisata petualangan alam diprediksi menjadi favorit para turis domestik pada tahun depan. Ini merupakan hasil studi Traveloka bersama YouGov, yang berjudul Travel Redefined: Understanding and Catering to the Diverse Needs of APAC Travellers.

Studi ini mengungkap bahwa 39% traveler di Indonesia ingin berlibur untuk mengunjungi tempat-tempat atraksi wisata.

Wisata alam menjadi daya tarik utama, dengan 75% traveler lebih memilih berlibur ke destinasi alam seperti pegunungan dan taman nasional, lalu pantai dan daerah pesisir (65%), disusul tempat bersejarah atau budaya seperti museum atau istana (37%). 

Temuan ini juga menggarisbawahi bahwa daya tarik Indonesia didorong oleh keragaman geografisnya sebagai negara kepulauan. Dibanding negara-negara lain seperti Jepang, di mana 62% traveler-nya memilih wisata sejarah dan budaya, preferensi masyarakat Indonesia menunjukkan rasa cinta yang besar terhadap aktivitas outdoor dan keindahan alam. 

Di seluruh kawasan Asia Pasifik, perjalanan domestik menjadi faktor pendorong utama pemulihan industri pariwisata, termasuk di Indonesia. Sebanyak 70% traveler lebih memilih untuk berlibur di dalam negeri karena faktor kenyamanan dan harga yang lebih terjangkau, membuat destinasi-destinasi seperti Bali, Lombok, dan Jogja semakin populer.

BACA JUGA: Daya Beli Menurun, Begini Perubahan Tren Wisata dan Liburan di Indonesia

Hal ini menandakan kota-kota di Indonesia semakin memiliki daya tarik di mata traveler. Seperti halnya di sebagian besar kawasan Asia Pasifik, sensitivitas harga merupakan faktor penting bagi traveler Indonesia, dengan 46% responden menyebutkan bahwa harga terjangkau menjadi prioritas dalam memilih akomodasi.

Selain itu, 34% wisatawan Indonesia dipengaruhi oleh promosi dan diskon saat memilih destinasi. Hal ini menunjukkan bagaimana biaya, termasuk penawaran menarik, dapat memengaruhi traveler untuk mempertimbangkan pergi ke destinasi yang biasanya tidak mereka pilih.

Sebanyak 86% traveler Indonesia mempertimbangkan nilai keberlanjutan dalam merencanakan liburan, lebih tinggi dari rata-rata regional (80%). Hal ini menjadi peluang besar bagi para penyedia layanan perjalanan berkelanjutan, seperti akomodasi ramah lingkungan dan inisiatif green tourism, untuk menarik minat traveler di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online