Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Kelelahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bila tubuh kekurangan zat besi, kemungkinan besar tubuh akan mengalami masalah kesehatan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda tubuh kekurangan zat besi.
Pada tubuh manusia, zat besi ditemukan dalam dua protein sel darah merah, yaitu hemoglobin dan mioglobin. Zat besi ini berfungsi untuk membantu mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan meningkatkan metabolisme otot.
Seperti dikutip dari healthdirect.gov.au, Sabtu (7/12/2024), tubuh tidak dapat memproduksi zat besi dengan sendirinya sehingga manusia perlu mendapatkannya dari makanan.
Jika manusia tidak mengonsumsi zat besi dengan cukup, maka manusia akan kekurangan zat besi yang berujung ke beberapa penyakit, seperti kekurangan gizi dan anemia.
Dilansir dari health.com, kekurangan zat besi juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi menurun dan tubuh kehilangan banyak darah, misalnya seperti mengalami pendarahan, cedera, dan periode menstruasi yang panjang.
BACA JUGA: BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jabar, Jateng dan DIY
Simak lima tanda tubuh kekurangan zat besi:
Kelelahan merupakan salah satu gejala kekurangan gizi yang paling umum. Jika Anda merasa lelah tanpa alasan yang jelas padahal sudah istirahat yang cukup, maka bisa jadi Anda kekurangan zat besi.
Kekurangan zat besi terkadang dapat menyebabkan jari tangan dan kaki terasa dingin, bahkan saat cuaca sedang tidak dingin. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kadar hemoglobin dalam darah sehingga sirkulasi darah menurun yang membuat Anda merasa lebih dingin.
Kekurangan zat besi membuat kulit menjadi lebih pucat dari biasanya. Kondisi kulit yang pucat ini disebabkan oleh berkurangnya sirkulasi darah yang terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup sel darah merah karena kekurangan zat besi.
Gejala umum lainnya dari kekurangan zat besi adalah pusing dan sakit kepala. Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke otak dan organ lainnya. Penelitian juga menunjukkan sakit kepala seperti migrain atau sakit kepala kronis dikaitkan dengan kekurangan zat besi.
Orang yang kekurangan zat besi kemungkinan besar akan mengalami koilonikia atau suatu kondisi di mana kuku melengkung ke dalam mirip sendok. Selain itu, kekurangan zat besi juga menyebabkan rambut menipis dan rontok karena kurangnya nutrisi dan aliran darah yang dibutuhkan rambut untuk tumbuh.
Berdasarkan rekomendasi asupan diet (RDI), anak-anak berusia 9 hingga 13 tahun harus mengonsumsi zat besi minimal 8 mg/hari, remaja 14 hingga 18 tahun 11 mg (laki-laki) - 15 mg/hari (perempuan), dan orang dewasa 19 hingga 50 tahun 8 mg (laki-laki) - 18 mg/hari (perempuan).
Untuk mengatasi masalah ini, konsumsilah makanan yang mengandung banyak zat besi seperti daging sapi, ayam, telur, salmon, sarden, tuna, hati, kacang-kacangan, roti dan sereal yang banyak zat besi, sayur bayam, brokoli, dan tahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.