Banjir Semarang, 313 KK Terdampak dan Lansia Dilaporkan Hanyut
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Daun mimba dan kunyit. (Pixabay)
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan pestisida nabati berbasis tanaman mimba. Produk hasil penelitian ini dinilai dapat menjadi solusi efektif dan ramah lingkungan untuk pengelolaan serangga hama.
Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Dodin Koswanudin mengatakan mimba (azadirachta indica) dikenal sebagai tanaman banyak manfaat, terutama dalam pengelolaan serangga hama. Daun, biji, dan kulit kayunya mengandung senyawa aktif seperti azadirachtin yang efektif sebagai insektisida alami.
BACA JUGA: Atasi Stunting, Peneliti BRIN Kembangkan Produk Pangan Lokal
“Pestisida nabati mimba sangat potensial, tidak hanya mengendalikan serangga hama, tetapi juga mengurangi dampak buruk lingkungan,” kata Dodin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Dodin menyebutkan beberapa keunggulan pestisida nabati berbasis mimba dibandingkan pestisida kimia sintetik. Salah satunya adalah mekanisme kerja yang kompleks, sehingga hama lebih sulit mengembangkan resistensi.
Selain itu, pestisida nabati ini aman bagi musuh alami hama, seperti predator dan parasit yang penting dalam ekosistem pertanian.
Selain sebagai insektisida, kata Dodin, mimba juga memiliki efek antifungal dan antimikroba yang dapat membantu mengendalikan penyakit tanaman.
“Kami menemukan biji mimba efektif tidak hanya untuk mengendalikan serangga, tetapi juga penyakit yang disebabkan jamur,” tambahnya.
Dalam berbagai uji coba, pestisida nabati berbasis mimba telah diaplikasikan pada sejumlah tanaman hortikultura dan pangan, termasuk bawang merah, padi, cabai, edamame, dan kentang.
Dodin menerangkan daun mimba dicampur dengan air dan diaplikasikan langsung ke tanaman. Hasilnya, ada penurunan signifikan dalam serangan hama, terutama pada tanaman yang daunnya tegak seperti bawang.
Namun, efektivitas mimba sering kali dipengaruhi oleh dosis dan metode aplikasi. Dalam penelitian tanaman padi, pestisida mimba menunjukkan hasil signifikan dalam mengurangi serangan wereng coklat.
“Kami melakukan pengamatan selama tujuh kali aplikasi, dan hasilnya menunjukkan penurunan populasi yang nyata dibandingkan kontrol tanpa perlakuan,” jelas Dodin.
Adapun kendala dalam penerapan pestisida nabati mimba di lapangan, lanjut dia, salah satunya adalah sulitnya mencampur ekstrak mimba dengan air tanpa menggunakan bahan tambahan.
Dodin menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan petani untuk mengembangkan pestisida nabati seperti mimba. Dia juga berharap lebih banyak penelitian dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kepraktisan pestisida nabati.
“Pestisida nabati seperti mimba adalah masa depan pertanian yang berkelanjutan. Dengan formulasi dan edukasi yang tepat, kita bisa mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan menciptakan pertanian yang lebih ramah lingkungan,” kata Dodin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.