Imigrasi YIA Gagalkan Keberangkatan Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Ilustrasi anjing dengan rabies.ist/freepik
GEDONG TAAAN—Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gedong Tataan (https://idigedongtataan) Provinsi Lampung berbagi tips terkait bahaya rabies dan penularannya.
Rabies merupakan penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan hewan, seperti anjing, kucing, atau hewan liar lainnya. Rabies adalah penyakit yang menyerang sistem saraf dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani segera.
Penyakit ini dapat dicegah jika masyarakat memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.
Bahaya dan Penularan Rabies
Rabies ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya melalui gigitan. Penting untuk mengenali gejala awal seperti demam, sakit kepala, atau perubahan perilaku pada hewan peliharaan.
Selain itu, IDI Gedong Tataan juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat berinteraksi dengan hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak divaksinasi. Pemerintah daerah bersama IDI terus mendorong pelaksanaan vaksinasi rabies pada hewan sebagai langkah preventif utama.
Pencegahan dan Penanganan Pertama
IDI Gedong Tataan memberikan panduan kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan dan pertolongan pertama jika tergigit hewan yang terindikasi rabies:
Pencegahan
1. Pastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin.
2. Hindari kontak langsung dengan hewan liar yang menunjukkan perilaku agresif atau tidak wajar.
3. Ajarkan anak-anak untuk tidak bermain dengan hewan yang tidak dikenal.
Pertolongan Pertama
4. Segera bersihkan luka gigitan dengan air bersih dan sabun selama 10-15 menit untuk mengurangi jumlah virus yang masuk ke tubuh.
5. Setelah itu, balut luka dengan kain bersih dan segera cari bantuan medis.
6. Pastikan untuk melaporkan kejadian gigitan kepada dinas kesehatan atau otoritas terkait agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut, termasuk pemberian vaksin anti-rabies (VAR).
Untuk memastikan masyarakat lebih memahami bahaya rabies, IDI Gedong Tataan juga merencanakan penyuluhan rutin di berbagai wilayah, termasuk kampanye vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan.
Melalui edukasi dan kolaborasi yang baik, IDI Gedong Tataan berharap dapat mencegah penyebaran rabies serta melindungi masyarakat dari risiko penyakit mematikan ini. Dengan langkah preventif yang tepat, rabies dapat dicegah secara efektif.
Bagi masyarakat yang ingin tahu lebih banyak mengenai program serta kegiatan idigedongtataan.org kunjungi laman resmi mereka di https://idigedongtataan.org. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.