Festival Kethoprak, Disbud Fokus Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Ilustrasi anjing dengan rabies.ist/freepik
GEDONG TAAAN—Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gedong Tataan (https://idigedongtataan) Provinsi Lampung berbagi tips terkait bahaya rabies dan penularannya.
Rabies merupakan penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan hewan, seperti anjing, kucing, atau hewan liar lainnya. Rabies adalah penyakit yang menyerang sistem saraf dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani segera.
Penyakit ini dapat dicegah jika masyarakat memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.
Bahaya dan Penularan Rabies
Rabies ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya melalui gigitan. Penting untuk mengenali gejala awal seperti demam, sakit kepala, atau perubahan perilaku pada hewan peliharaan.
Selain itu, IDI Gedong Tataan juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat berinteraksi dengan hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak divaksinasi. Pemerintah daerah bersama IDI terus mendorong pelaksanaan vaksinasi rabies pada hewan sebagai langkah preventif utama.
Pencegahan dan Penanganan Pertama
IDI Gedong Tataan memberikan panduan kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan dan pertolongan pertama jika tergigit hewan yang terindikasi rabies:
Pencegahan
1. Pastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin.
2. Hindari kontak langsung dengan hewan liar yang menunjukkan perilaku agresif atau tidak wajar.
3. Ajarkan anak-anak untuk tidak bermain dengan hewan yang tidak dikenal.
Pertolongan Pertama
4. Segera bersihkan luka gigitan dengan air bersih dan sabun selama 10-15 menit untuk mengurangi jumlah virus yang masuk ke tubuh.
5. Setelah itu, balut luka dengan kain bersih dan segera cari bantuan medis.
6. Pastikan untuk melaporkan kejadian gigitan kepada dinas kesehatan atau otoritas terkait agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut, termasuk pemberian vaksin anti-rabies (VAR).
Untuk memastikan masyarakat lebih memahami bahaya rabies, IDI Gedong Tataan juga merencanakan penyuluhan rutin di berbagai wilayah, termasuk kampanye vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan.
Melalui edukasi dan kolaborasi yang baik, IDI Gedong Tataan berharap dapat mencegah penyebaran rabies serta melindungi masyarakat dari risiko penyakit mematikan ini. Dengan langkah preventif yang tepat, rabies dapat dicegah secara efektif.
Bagi masyarakat yang ingin tahu lebih banyak mengenai program serta kegiatan idigedongtataan.org kunjungi laman resmi mereka di https://idigedongtataan.org. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.