KPK Duga Kantah di Jatim Setor Uang ke Oknum Kanwil BPN
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Parfum. - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Bahan-bahan wewangian seperti parfum ternyata bisa memunculkan reaksi alergi pada manusia. Kontak langsung dengan parfum bisa memunculkan ruam atau gatal. Hal ini diutarakan Leow Yung Hiang, konsultan senior dermatologi dari National Skin Centre Singapura.
Seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (25/9/2024), pargum atau wewangian yang terlalu kuat atau terlalu pekat bisa menimbulkan dermatitis kontak iritan, yaitu masalah kulot yang timbul akibat iritas.
"Siapa pun dapat mengalami dermatitis kontak iritan jika produk tersebut hadir dalam konsentrasi yang 'salah'," katanya.
Menurut dia reaksi kulit lain yang bisa timbul akibat parfum adalah dermatitis kontak alergi. Dermaititis ini ketika pasien alergi terhadap wewangian tertentu.
Orang yang alergi terhadap wewangian tertentu bisa mengalami ruam gatal jika mendapat paparan wewangian secara berulang.
Menurut Dr. Christopher Foo, seorang spesialis dermatologi dan konsultan di Raffles Skin & Aesthetics, reaksi kulit bisa disebabkan oleh bahan kimia yang terkandung dalam parfum.
"Dan parfum yang berbeda mengandung berbagai macam zat kimia yang berbeda pula," katanya.
Jason Lee, pendiri dan CEO Six Scents, mengatakan bahwa alergi pada kulit dan hidung sering kali muncul akibat senyawa sintetis seperti musk atau bahan pengawet buatan.
"Bahkan beberapa minyak esensial alami, meskipun murni, dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif karena sifatnya yang terkonsentrasi," katanya.
BACA JUGA: Pelaksanaan Kampanye Pilkada 2024 Berpeluang Terjadi Bentrok, Ini Langkah KPU Sleman
Berikut bahan-bahan parfum yang menurut dia bisa menimbulkan reaksi alergi jika kandungannya melebihi batas konsentrasi:
Dr. Foo menyampaikan bahwa reaksi alergi tidak langsung terjadi begitu kulit terkena paparan parfum atau wewangian.
Beberapa paparan pertama belum akan menimbulkan reaksi. Namun, sistem kekebalan tubuh kemudian akan mengenali parfum sebagai zat berbahaya setelah kulit kena paparan berulang kali, sehingga timbul ruam.
Kalau penggunaan parfum tertentu menimbulkan rasa gatal dan ruam yang tidak terlalu parah, Dr. Foo menyarankan produk tersebut tidak digunakan lagi.
"Obat bebas seperti krim hidrokortison, yang merupakan steroid topikal anti-inflamasi, mungkin cukup untuk meredakan reaksi jika reaksinya ringan," katanya. Dia menyarankan pengujian sampel parfum pada kulit sebelum menggunakannya.
Menurut Lee, cara terbaik untuk menguji wewangian adalah dengan menyemprotkan sedikit wewangian pada pergelangan tangan atau siku bagian dalam dan membiarkannya meresap selama beberapa jam.
"Wewangian berevolusi seiring reaksi kimia kulit Anda, jadi apa yang berbau harum pada selembar kertas mungkin akan sangat berbeda di kulit Anda setelah beberapa saat," kata Lee.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.