13 Kali Bulan Purnama Warnai 2026, Ada Blue Moon dan Gerhana
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Ilustrasi bumi./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Bumi diramalkan akan menghadapi bencana pada tanggal 28 September 2024. Demikian diprediksi oleh para penganut teori konspirasi hari kiamat.
Kelompok ini mendasarkan prediksinya pada “Ramalan Bulan Darah”, yang menyatakan bahwa dunia akan berakhir setelah empat gerhana bulan terakhir, yang dikenal sebagai bulan darah selama periode 18 bulan.
Dilansir dari timesofindia, bulan darah terakhir diperkirakan akan muncul pada tanggal 28 September. Hal itu pun memicu klaim apokaliptik.
BACA JUGA: Kiamat Kecil Air Tanah di 2100
Salah satu pendukung teori ini telah memperingatkan bahwa dampak Ramalan Bulan Berdarah akan memicu gempa bumi berkekuatan 12 skala richter, yang menyebabkan kehancuran luas.
Menurutnya, enam asteroid besar, yang terbesar diperkirakan memiliki lebar hingga 2,5 mil, akan bertabrakan dengan Bumi pada tanggal tersebut.
Dia bahkan telah menghubungi NASA dan mendesak mereka untuk menanggapi peringatannya dengan serius. Namun NASA dengan tegas menolak prediksi tersebut.
Paul Chodas, manajer kantor Objek Dekat Bumi NASA, menyatakan bahwa tidak ada bukti atau data ilmiah yang mendukung gagasan tumbukan asteroid pada 28 September atau dalam waktu dekat.
BACA JUGA: Badai Matahari Bisa Sebabkan Kiamat Internet Berhari-hari
Sistem pemantauan NASA, yang terus-menerus melacak benda-benda dekat Bumi, belum mendeteksi adanya benda langit yang bertabrakan dengan Bumi.
Jika sebuah objek yang cukup besar untuk menyebabkan kehancuran mendekat, maka objek tersebut akan teridentifikasi jauh sebelumnya.
Ramalan Bulan Darah itu sendiri adalah teori pinggiran yang telah menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir.
Teori ini menghubungkan gerhana bulan dengan skenario apokaliptik, tetapi tidak didukung oleh sains arus utama. Para ahli telah berulang kali membantah prediksinya, menekankan bahwa gerhana bulan adalah fenomena alam yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa bencana.
Meskipun ada klaim yang mengkhawatirkan yang dibuat oleh para ahli teori kiamat, NASA terus meyakinkan publik bahwa tidak perlu khawatir. Badan tersebut tetap waspada dalam memantau objek dekat Bumi dan menyatakan bahwa tidak ada asteroid besar yang menimbulkan ancaman dalam waktu dekat.
Komunitas ilmiah pada umumnya mendukung sikap ini, menyoroti kurangnya bukti yang kredibel untuk setiap bencana yang akan datang. Sepanjang sejarah, berbagai individu dan kelompok telah meramalkan akhir dunia, sering kali menghubungkan klaim mereka dengan peristiwa langit atau teks-teks keagamaan.
Prediksi-prediksi ini secara konsisten gagal terwujud, yang selanjutnya merusak kredibilitasnya.
Fokus pada Puerto Riko dalam visi Rodriguez juga menarik perhatian. Pulau tersebut, yang telah mengalami bencana alam yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk badai dan gempa bumi, dipandang oleh sebagian orang sebagai lokasi yang masuk akal untuk peristiwa semacam itu.
Namun, ini murni spekulatif dan tidak berdasarkan bukti ilmiah apa pun. Seiring mendekatnya tanggal yang diprediksi, kemungkinan minat dan kecemasan publik akan meningkat.
Penting untuk mengandalkan sumber yang kredibel dan bukti ilmiah saat mengevaluasi klaim tersebut. Meskipun gagasan tentang kiamat yang akan datang dapat meresahkan, kurangnya data pendukung dari organisasi terkemuka seperti NASA seharusnya memberikan kepastian.
Klaim yang dibuat oleh para penganut teori konspirasi kiamat lainnya tentang kiamat pada tanggal 28 September 2024, tidak memiliki dukungan ilmiah.
Ramalan Bulan Darah, meskipun menarik bagi sebagian orang, tetap menjadi teori pinggiran tanpa dukungan dari komunitas ilmiah. Seperti biasa, sangat penting untuk mendekati prediksi tersebut dengan pikiran kritis dan mengandalkan informasi berbasis bukti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.