Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Agustus 2025, Elon Musk hingga Mark Zuckerberg Masuk Tiga Besar
Elon Musk, Larry Ellison, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg termasuk di antara 10 orang terkaya di dunia.
Ilustrasi katarak (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Katarak menjadi salah satu momok terbesar gangguan penglihatan di dunia, termasuk Indonesia. Terlebih, Indonesia menjadi negara dengan penderita katarak terbanyak kedua di dunia.
Berdasarkan data WHO, pada 2020 saja, secara global, lebih dari 100 juta orang menderita katarak dan 17 juta di antaranya mengalami kebutaan.
Di Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menyebut penyandang kebutaan berjumlah 1,6 juta orang, dengan sekitar 80% disebabkan oleh katarak.
Adapun, pada sebagian besar kasus katarak yang tidak tertangani disebabkan oleh ketidaksadaran penderita katarak bahwa mereka telah memiliki penyakit tersebut.
Kementerian Kesehatan menyebut, selain alasan utama tidak menyadari menyandang katarak (51,6%), kemudian keengganan pasien juga lantaran ketidakmampuan membiayai (11,6%) dan takut operasi (8,1%).
Katarak merupakan gangguan mata yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh. Gangguan ini membuat cahaya tidak dapat melewatinya dengan benar sehingga menyebabkan penglihatan buram, berbayang, dan silau.
Kesadaran tentang katarak yang masih terbatas memunculkan anggapan bahwa penyakit ini hanya diderita oleh lansia. Padahal, katarak dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia.
BACA JUGA: Puluhan Penderita Katarak di Jogja Dapat Operasi Gratis
Ketua Seksi Penanggulangan Buta Katarak (SPBK) Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dr. Ahmad Ashraf Amalius mengatakan, meski banyak ditemukan pada pasien berusia di atas 50 tahun, sesungguhnya katarak tidak mengenal umur. Pasalnya katarak juga bisa terjadi karena kondisi-kondisi tertentu.
"Semua orang bisa terkena katarak, dan penanganannya hanya melalui tindakan operasi. Karenanya, kita harus melakukan sosialisasi dan edukasi yang masif kepada seluruh lapisan masyarakat," ujarnya, Kamis (27/6/2024).
Direktur Utama RS Mata JEC Kedoya DR. Dr. Setiyo Budi Riyanto mengatakan, operasi katarak adalah tindakan medis minim risiko dan merupakan investasi terbaik untuk menjaga kesehatan mata yang sudah pernah terkena katarak.
"Saat ini, operasi katarak sudah bisa dilakukan dengan teknologi tinggi, menggunakan mesin maupun laser. Sehingga pasien tidak lagi memiliki luka jahitan dan penyembuhan juga bisa menjadi lebih cepat," kata Dr. Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Elon Musk, Larry Ellison, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg termasuk di antara 10 orang terkaya di dunia.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Fitur Instants Instagram bikin banyak pengguna salah kirim foto. Berikut cara menonaktifkan dan membatalkan Instants agar privasi tetap aman.