Profil Charlie Kirk, Loyalis Donald Trump yang Tewas Ditembak
Charlie Kirk (31), loyalis Presiden Donald Trump sekaligus aktivis muda konservatif (sayap kanan) tewas ditembak saat mengisi acara di Universitas Utah Valley.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—World Health Organization (WHO) memperkirakan sebanyak 1,8 miliar orang dewasa di seluruh dunia berisiko tinggi terjangkit penyakit kardiovaskular karena malas gerak (mager).
Tingkat kemalasan untuk melakukan aktivitas fisik naik 5 poin antara 2010-2022. Penelitian tersebut dilakukan oleh tim WHO yang dipublikasikan di jurnal The Lancet Global Health.
Para peneliti melaporkan penduduk di wilayah Asia Pasifik memiliki persentase tinggi terkait malas gerak, yakni mencapai 48%. Lalu, disusul oleh negara-negara barat berkisar 28% dan penduduk Oseania mencapai 14%.
Selain dari aspek geografis, para peneliti juga menilai dari sisi jenis kelamin, di mana sebanyak 34% perempuan lebih malas bergerak dibanding laki-laki hanya mencapai 29%.
Adapun orang berusia 60 tahun ke atas telah memasuki fase malas bergerak dibanding orang dewasa lainnya sehingga kelompok lanjut usia sangat rentan terserang berbagai macam masalah kesehatan.
WHO memperkirakan ketika peningkatan ini terus terjadi, maka diproyeksikan orang dewasa di seluruh dunia yang terjangkit kardiovaskular mencapai 35% pada 2030.
Selain itu, WHO juga menemukan sebagian besar negara di dunia telah mengalami perbaikan agar penduduknya aktif melakukan aktivitas fisik. 22 negara teridentifikasi telah mencapai target WHO untuk mengurangi angka malas gerak sebesar 15% pada 2030.
Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta agar semua lini masyarakat di seluruh dunia mulai rutin melakukan aktivitas fisik sehingga menekan angka penderita kardiovaskular yang diprediksi meningkat.
BACA JUGA: Tak Semua Penyakit Jantung Koroner Perlu Dipasang Ring, Berikut Kriterianya
WHO merekomendasikan kepada seluruh masyarakat, khususnya orang dewasa untuk meningkatkan aktivitas fisik dengan total kenaikan 150%, 75 menit melakukan aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi per minggunya.
WHO turut mengingatkan betapa bahayanya penyakit kardiovaskular terhadap kesehatan individu. Pasalnya, penyakit ini meliputi serangan jantung dan strok, diabetes tipe 2, demensia, serta berbagai macam kanker seperti kanker payudara dan usus besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Charlie Kirk (31), loyalis Presiden Donald Trump sekaligus aktivis muda konservatif (sayap kanan) tewas ditembak saat mengisi acara di Universitas Utah Valley.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.