Atap Kelas MTs Muhammadiyah Ambruk di Sragen, 48 Siswa Diliburkan
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Ilustrasi obesitas./Daily Express
Harianjogja.com, JAKARTA—Beberapa waktu belakangan ini orang yang mengalami obesitas mengambil langkah yang tegas menurunkan berat badan dengan melakukan operasi bariatrik. Benarkan operasi ini efektif dan apa saja manfaat operasi ini bagi orang dengan obesitas?
Tren melakukan operasi bariatrik banyak dilakukan oleh masyarakat, khususnya di negara Filipina. Melansir dari siruas resmi Kemenkes, Filipina telah mengenalkan operasi bariatrik sejak tahun 2008, dan banyak dipergunakan oleh penderita obesitas. Bariatrik merupakan kategori operasi bedah yang dimaksudkan untuk membantu penderita obesitas dalam menurunkan berat badan.
Penyedia layanan kesehatan dapat merekomendasikan operasi bariatrik jika metode penurunan berat badan lainnya, dianggap gagal dan menimbulkan risiko lebih besar bagi kesehatan pasien. Prosedur operasi bariatrik dilakukan dengan memodifikasi sistem pencernaan Anda, seperti perut, lambung, dan usus.
Hal ini dilakukan untuk mengatur banyaknya kalori yang dapat dikonsumsi setiap hari. Salah satu keuntungan lainnya adalah mengurangi sinyal kelaparan dari sistem pencernaan ke otak Anda. Ada beberapa kondisi yang membuat operasi bariatrik perlu dilakukan pada manusia, salah satunya untuk mencegah terjadinya penyakit kronis pada tubuh.
Obesitas membuat kondisi tubuh menurun dan membuka peluang untuk terjadinya penyebaran penyakit kronis secara cepat. Untuk melakukan operasi bariatrik memerlukan beberapa persyaratan salah satunya adalah dikategorikan sebagai penderita obesitas kelas III, dengan syarat tambahan berupa:
Jika pasien sudah memenuhi seluruh persyaratan tersebut, maka tindakan operasi dapat dilakukan. Dalam hal ini, bagian perut akan dipompa dan disuntikkan dengan cairan steril menuju pita. Bagian yang dipompa akan mengembang sehingga mencekik leher lambung.
Baca Juga
Apa Itu Bedah Bariatrik yang Katanya Jadi Solusi Obesitas?
Ini Perbedaan Bedah Plastik dengan Bariatrik, Seperti yang Dilakukan Melly Goeslaw
Melly Goeslaw Potong Lambung, Makan Cuma Bisa Sesendok
Hasilnya, pasien akan merasa cepat kenyang karena adanya lambung baru yang ukurannya lebih kecil dari sebelumnya. Metode lain yang dapat digunakan adalah dengan cara memotong lambung, dan merekonstruksi saluran pencernaan (laparoscopic sleeve gastrectomy). Proses rekonstruksi saluran pencernaan sangat perlu dilakukan, supaya proses adaptasi lambung yang mengakibatkan berat badan kembali naik di kemudian hari dapat dicegah dengan baik.
Dilansir dari my.clevelandclinic.org, operasi bariatrik memiliki kegunaan dan fungsi untuk mengurangi risiko:
Kelima faktor risiko tersebut dapat teratasi, apabila Anda berhasil melakukan operasi bariatrik dengan baik. Pemicu utama dari penyakit tersebut adalah timbulnya lemak jahat yang dapat menghambat pembuluh darah dan sistem metabolisme dalam tubuh. Jika dibiarkan secara terus menerus, lemak jahat tersebut dapat memicu terjadinya obesitas dan mempengaruhi sistem organ lainnya. Maka dari itu, pelaksanaan operasi bariatrik sangat dianjurkan bagi para penderita dengan berbagai faktor risiko berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Kemenkes menyiapkan tiga langkah untuk memperkuat peran bidan dalam menangani kesehatan mental ibu hamil dan ibu menyusui.
BI menyebut pelemahan rupiah hingga tembus Rp17.500 per dolar AS dipicu konflik global dan meningkatnya permintaan dolar.