Aldila Sutjiadi Juara Bad Homburg Open 2026 Jelang Wimbledon
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Ilustrasi narsistik./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter spesialis kesehatan jiwa Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, Suharpudianto memaparkan sejumlah ciri gangguan narsisistik, yaitu gangguan kepribadian di mana penderitanya merasa paling penting dibandingkan orang lain.
Dalam siaran Kementerian Kesehatan berjudul Bukan Sekadar Narsis! Kenali Gangguan Kepribadian Narsistik (Narcissistic Personality Disorder) di Jakarta, Kamis (6/6/2024), dia mengatakan perasaan tersebut diproyeksikan penderitanya tak hanya pada fantasinya, tetapi juga perilakunya, meski secara objektif belum tentu dia memang sespesial itu.
"Seseorang dengan gangguan narsistik, terus menerus membutuhkan, boleh saya mengistilahkan supply, begitu ya, untuk dikagumi, sanjungan, yang jikalau ini dibutuhkan terus menerus, belum tentu lingkungan sekitarnya bisa menyuplai," kata Suharpudianto.
Dia mengatakan ciri paling sederhana adalah sulitnya bagi penderita gangguan ini untuk menerima masukan, meskipun masukannya positif dan konstruktif. Bahkan, merespons masukan tersebut secara berlebihan, misalnya dengan marah-marah.
Suharpudianto menyebutkan hubungan mereka dengan orang lain pun cenderung rapuh, dan kalaupun ada relasi yang baik, hubungan tersebut dibangun guna mengeksploitasi pihak lain.
"Relasi yang ia bangun itu seolah-olah tampak bisa berempati, tetapi sebetulnya dia bersifat eksploitatif. Jadi, dia bersikap empati, baik, dekat, tetapi dia ingin mendapatkan sesuatu dari orang tersebut. Ketika seseorang tersebut sudah memberikan yang ia inginkan, akhirnya ditinggalkan," katanya.
Menurutnya, gangguan kepribadian tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, yaitu genetik, di mana anggota keluarganya ada yang mengalami gangguan kepribadian itu.
BACA JUGA: Kenali Perbedaan Orang Percaya Diri dan Narsistik
Selain itu, katanya, adalah faktor perkembangan, dimana orang tuanya yang memiliki gangguan narsisistik menunjukkan perasaan-perasaan serta perilaku yang menekankan pada keagungan atau spesialnya diri, akhirnya tertanam pada diri anak hingga menjadi sesuatu yang melekat saat kepribadiannya sudah matang.
Dia menyebut faktor psikososial atau lingkungan. Ketika lingkungan itu merespons penderita secara tidak tepat, seperti dengan mengikuti perilaku atau fantasinya yang selalu ingin dipentingkan, gangguan itu akan semakin parah. "Saat dia harus pindah ke lingkungan yang lain misalnya, yang ternyata tidak mendukung, rawan sekali teman-teman dengan gangguan kepribadian seperti ini, akhirnya mengalami komplikasi," ujarnya.
Dia menuturkan menurut pengalamannya berpraktik klinis, orang dengan gangguan narsisistik punya komplikasi gangguan kepribadian lain berupa depresi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.