Sudaryono Minta Pemda Sidak SPPG saat Dini Hari, Cek Kebersihan hingga SOP
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengenalan dini terhadap kelainan pada kelenjar tiroid penting dilakukan untuk pencegahan dampaknya sejak dini. Pengenalan kelenjar tiroid terbagi menjadi dua, yakni kelainan bentuk dan fungsi.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Wismandari mengatakan bahwa kelainan bentuk pada kelenjar tiroid dapat terlihat dengan jelas secara kasat mata oleh individu atau melalui pemeriksaan medis yang sering ditandai dengan adanya benjolan yang teraba atau terlihat pada area leher.
“Kelainan bentuk, karena kelainan bentuk kita bisa lihat dari kasat mata orang yang merasa atau ada orang liat ada benjolan. Bentuk ini kita bagi dua, ada yang difus atau satu lagi kelainannya berbenjol atau yang nodul,” kata Wisma dikutip Rabu (29/5/2024)
Wisma menjelaskan kelainan bentuk pada kelenjar tiroid pun terbagi menjadi dua kategori, yaitu kelainan bentuk difus yang umumnya terasa mulus saat diraba dan benjolan nodul yang biasanya tidak rata dan teraba.
Wisma menjelaskan bahwa diagnosa kelainan bentuk pada kelenjar tiroid dapat dilakukan melalui berbagai metode, termasuk pemeriksaan fisik, ultrasonografi (USG), dan terkadang diperlukan pemindaian CT Scan.
Namun, pentingnya adalah untuk pertama-tama melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh oleh dokter untuk menentukan langkah selanjutnya.
Sementara itu, pada kelainan fungsi tiroid sering kali dapat dirasakan oleh individu melalui gejala yang mereka alami, atau terlihat oleh orang lain melalui perubahan perilaku atau fisik.
Wisma menjelaskan bahwa kelainan fungsi tiroid dibagi menjadi dua kategori utama, yakni hipertiroid dan hipotiroid.
“Kelainan fungsi itu kita bagi dua, ada yang hipertiroid ada yang hipotiroid. Kalau hipertiroid itu kelebihan hormon tiroid, kalau yang kekurangan ktu hipotiroid,” kata Wisma.
Gejala yang sering terkait dengan hipertiroid adalah penurunan berat badan yang tidak diinginkan, gemetar, detak jantung yang cepat, berkeringat berlebihan, dan kegelisahan.
Di sisi lain, hipotiroid terjadi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid.
Ia menuturkan gejala hipotiroid meliputi peningkatan berat badan, rasa kedinginan yang berlebihan, kelelahan, kesulitan tidur, dan kesulitan berkonsentrasi.
Pengenalan dini terhadap gejala kelainan fungsi tiroid dapat membantu individu untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah seseorang menderita hipertiroid atau hipotiroid
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
Thomas Tuchel mengungkap kondisi pemain Man City di Timnas Inggris setelah klub dinyatakan bersalah melanggar aturan finansial Premier League.
Hasil Kualifikasi MotoGP Jepang 2026, Jorge Martin merebut pole setelah mengalahkan Marc Marquez di Q2 MotoGP Motegi.
Ancaman seluler makin tertarget di Asia Pasifik. Kaspersky mencatat 15.163 deteksi di Indonesia pada Q1 2026.
Head to head Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda terakhir menang pada 2016 dan tanpa kemenangan dalam 6 laga berikutnya.
Pemerintah membuka registrasi Perlinsos Digital untuk memutakhirkan data calon penerima bansos yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pada 2027. Masyaraka