Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Ilustrasi air minum./Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA—Setiap hari, manusia butuh asupan air hingga 8 gelas atau sekitar 2 liter per hari agar tidak dehidrasi atau kekurangan cairan terutama ketika musim panas.
Namun, apa jadinya jika terlalu banyak minum air? Pada banyak kasus, kelebihan minum air atau overhidrasi umumnya dialami oleh para atlet, terutama atlet lari yang sedang melakukan maraton.
Saat kelebihan minum air, seseorang bisa merasa sakit seperti mual, dan pusing. Gejala yang terjadi saat kebanyakan minum air itu disebut Hiponatremia. Kondisi ini terjadi ketika konsentrasi natrium dalam aliran darah sangat rendah.
Meskipun hal ini dapat disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya, namun penyebab paling umumnya adalah minum terlalu banyak air, sehingga melemahkan kadar natrium dalam tubuh.
Orang yang terkena hiponatremia biasanya mengalami gejala berikut ini:
Kadar natrium yang sangat rendah dapat memicu kejang dan kehilangan kesadaran serta dapat mengancam jiwa.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine, para peneliti mengamati kadar natrium darah hampir 500 orang yang baru saja menyelesaikan Boston Marathon.
Mereka menemukan bahwa 13% menderita hyponatremia. Di kalangan perempuan, angka tersebut meningkat menjadi hampir 1 dari 4 orang.
Selain berjenis kelamin perempuan, kemungkinan seorang finisher maraton mengalami hiponatremia juga meningkat seiring dengan bertambahnya waktu mereka.
Tidak mengherankan, para peneliti menemukan bahwa prediktor terbaik dari kondisi ini adalah penambahan berat badan selama lomba, dan hal ini masuk akal, karena peningkatan tersebut hampir pasti disebabkan oleh asupan cairan yang berlebihan.
Menariknya, para ilmuwan tidak melihat hubungan antara hiponatremia dan jenis cairan yang dikonsumsi pelari selama lomba.
BACA JUGA: Hindari Minum Teh Setelah Makan, Ini Risikonya bagi Tubuh
Hal ini mungkin terjadi karena meskipun pelari menenggak minuman seperti Gatorade, kadar natrium yang relatif rendah dalam minuman tersebut tidak cukup untuk mengimbangi asupan cairan dalam jumlah besar.
Namun, bukan berarti penyakit ini melarang pelari atau orang yang melakukan aktivitas lain untuk berhenti minum. Terutama saat suhu menghangat dan Anda lebih banyak berkeringat, asupan cairan yang cukup sangatlah penting.
Memang benar, dehidrasi dan kepanasan menimbulkan risiko yang jauh lebih besar bagi sebagian besar orang dibandingkan overhidrasi. Untungnya, sebagian besar kasus hiponatremia sembuh dengan cepat setelah Anda berhenti minum.
Dalam situasi yang parah, perawatan medis dan elektrolit intravena mungkin diperlukan. Jika Anda merasa mual atau pusing saat berolahraga, segera hentikan. Adapun, jika gejala terus berlanjut, carilah perawatan medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Memperingati HUT ke-94, RSUD Tidar Kota Magelang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Simak evaluasi dan testimoni pasien di sini.
Berikut adalah daftar 20 prodi terfavorit di UTBK SNBT 2026 dan panduan cara cek kelulusan. Simak selengkapnya untuk langkah strategis Anda selanjutnya
Antonio Conte resmi tinggalkan Napoli setelah dua musim. Simak perjalanan prestasi Conte dan candaannya soal calon pengganti pelatih timnas Italia di sini.
Hasil SNBT 2026 diumumkan. Sebanyak 256 ribu peserta lolos PTN dari 871 ribu pendaftar dengan tingkat kelulusan 29,42 persen
Warga Kulonprogo dikejutkan paket misterius berisi mainan pocong kecil yang dikirim tanpa pesanan. Polisi imbau warga tetap tenang.