WBC Tunjuk Agit Kabayel Jadi Penantang Wajib Oleksandr Usyk
WBC tetapkan Agit Kabayel sebagai penantang wajib Oleksandr Usyk untuk perebutan gelar dunia kelas berat pada 2026.
Kelelahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kesemutan disertai lelah terus-menerus patut Anda waspadai. Bisa jadi Anda mengalami kekurangan vitamin B12. Vitamin B12, juga dikenal sebagai cobalamin, memainkan peran penting dalam fungsi saraf, metabolisme energi, dan produksi sel darah merah.
Dikutip dari Hindustan Times, Managing Director di Neuberg Ajay Shah Laboratory Dr Ajay Shah, mengatakan mengatasi kekurangan vitamin B12 sejak dini dapat membantu meringankan gejala, mencegah komplikasi, dan memulihkan kesehatan secara keseluruhan.
“Jika Anda mengalami kesemutan, kelelahan terus-menerus, atau gejala lain yang menunjukkan kekurangan vitamin B12, jangan abaikan. Berkonsultasi dengan ahli kesehatan dan meminta tes vitamin B12 dapat memberikan wawasan berharga tentang status kesehatan Anda dan memandu strategi pengobatan yang tepat,” katanya, Selasa (2/4/2024).
Mengingat potensi konsekuensi kekurangan vitamin B12 terhadap kesehatan saraf dan tingkat energi, deteksi tepat waktu sangat penting untuk penatalaksanaan yang tepat. Tes darah sederhana dapat mengukur kadar vitamin B12 dalam darah, membantu penyedia layanan kesehatan menilai apakah suplementasi atau intervensi lain diperlukan.
Vitamin B12 sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem saraf, termasuk selubung mielin yang mengisolasi dan melindungi saraf. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kerusakan saraf, sehingga menimbulkan gejala seperti kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar di tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya.
BACA JUGA: Lebaran Makin Dekat, Perbaikan Jalan di DIY Dikebut
Ajay mengatakan rendahnya kadar vitamin B12 dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan, dan penurunan stamina. Individu dengan kekurangan vitamin B12 mungkin merasa lelah kronis, bahkan setelah istirahat yang cukup, dan mungkin mengalami kelemahan otot atau kesulitan melakukan tugas rutin.
Faktor lain yang membuat seseorang kekurangan vitamin B12 termasuk bagi orang-orang yang membatasi konsumsi pangan hewani seperti daging, ikan, telur dan produk susu, gangguan malabsorpsi yang mengganggu penyerapan vitamin B12 dari saluran pencernaan, penuaan dan konsumsi obat-obatan tertentu yang seperti metformin atau antasida.
“Selain kelelahan, gejala lain dari kekurangan B12 dapat berupa pernapasan cepat atau sesak napas, sakit kepala, gangguan pencernaan, kehilangan nafsu makan, jantung berdebar, masalah penglihatan, diare, lidah sakit atau merah, rasa lemah, masalah ingatan, penilaian dan pemahaman (perubahan kognitif),” kata Direktur Penyakit Dalam di Rumah Sakit Hiranandani di Vashi, Dr Farah Ingale.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WBC tetapkan Agit Kabayel sebagai penantang wajib Oleksandr Usyk untuk perebutan gelar dunia kelas berat pada 2026.
Kemenag menegaskan kasus cabul di Pekalongan terjadi di padepokan ilegal, bukan pondok pesantren resmi terdaftar.
Bapanas memastikan harga beras SPHP tetap stabil meski dolar AS naik. Pemerintah jaga pasokan dan subsidi beras nasional.
Jip wisata Merapi di Sleman full booking saat libur Waisak 2026. Wisatawan memadati paket trip medium hingga bunker Merapi.
IRGC Iran klaim serang pangkalan AS di Kuwait sebagai balasan serangan di Bandar Abbas, ketegangan Iran–AS kembali meningkat.
Kokola Group melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) melaksanakan kegiatan penyaluran hewan qurban berupa sapi limosin di Ciamis