BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Antok ketika memasang umpan dengan daun kolonjono./ ist
Harianjogja.com, JOGJA—Kolonjono atau Brachiaria mutica ( Urochloa mutica ) spesies rumput yang dikenal juga bernama rumput kerbau. Tanaman yang berasal dari Afrika ini sudah menyebar hingga ke Indonesia. Bahkan tanaman ini menjadi salah satu makanan favorit ternak.
Kolonjono banyak dijumpai hampir di semua tempat di Indonesia. Begitu pula di bantaran kali progo, kolonjono banyak ditanam sebagai pakan ternak. Di bantaran kali progo ini kolonjono tumbuh dengan suburnya.
Batang kolonjono memiliki simpul berbulu dan pelepah daun dan helaian daun memiliki lebar sekitar sentimeter. Untuk panjang bisa mencapai 30 sentimeter bahkan lebih. kolonjono sangat muda ditanam.
Tetapi, kolonjono tidak hanya menjadi makanan favorit untuk ternak. Di Kulonprogo, kolonjono dimanfaatkan untuk umpan memancing, terutama di Sungai Progo. Nila, wader dan beberapa ikan lain sangat menyukai Kolonjono, apalagi ketika musim hujan, saat air sungai yang keruh kecoklatan mulai meluap dan berarus deras.
Saat musim hujan seperti ini, lumut yang biasa menjadi pakan ikan mulai hilang. "Hanya saat seperti ini kita mancing menggunakan umpan kolonjono," kata Antok ketika ditemui di tepian Sungai Progo, tepatnya di spot mancing Padukuhan Karangwetan bawah Joglo Kilen Lepen, Senin (11/3/2024).
BACA JUGA: Tips Rawat Wajah Agar Tampak Segar Saat Puasa
Untuk memasang umpan dengan daun kolonjono cukup mudah. Daun kolonjono dipasang atau diikat menjuntai. Senar dan mata pancing disisipkan diantara daun kolonjono yang sudah dipasang. Biasanya mata pancing yang dipasang tidak hanya satu untuk satu daun. Umpannya pun dibuat dengan dua daun kolonjono sehingga paling tidak ada empat mata pancing.
Soal daun sebagai umpan, menurut Antok, masing-masing pemancing memiliki pilihan. Ada yang pilih daun kolonjono tua, tetapi ada yang pilih daun kolonjono muda. "Kalau saya pilih daun yang getas atau mudah dipatahkan," jelas Antok.
Layaknya mancing di kolam, mancing dengan kolonjono juga harus "dibom" atau diberi umpan di sekitar area yang akan dipancing. Pemancing akan mencari Kolonjono yang panjang sekalian dengan tangkainya. Kemudian daun kolonjono akan diikat agar tidak terpisah-pisah terlalu jauh ketika kena air. Daun kolonjono untuk umpan pun juga tidak terlalu banyak.
Ketika daun mulai bergerak-gerak itu tandanya mulai dimakan ikan. Antok pun segera memasukan pancingnya ke sungai. "Mancing dengan kolonjono harus sabar," kata Antok yang pernah mendapat nila dengan bobot hampir satu kilogram ketika mancing dengan umpan kolonjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Gaji baru masuk tetapi saldo rekening cepat menipis? Simak empat cara mengelola pengeluaran rutin agar keuangan tetap aman hingga akhir bulan.
Amerika Serikat memberlakukan visa bond permanen hingga Rp327 juta bagi pemohon dari 50 negara, termasuk Indonesia.
Wamen Diktisaintek Stella Christie mengungkap tingkat penyerapan kerja lulusan vokasi mencapai 77%, lebih tinggi dibanding lulusan akademik yang berada di angka
Favignana, pulau kecil di Italia yang menjadi lokasi syuting film The Odyssey karya Christopher Nolan, bersiap menyambut lonjakan wisatawan berkat fenomena film
Cara menghapus kontak WhatsApp di Android ternyata mudah. Simak langkah lengkap menghapus nomor yang tidak diperlukan tanpa menghilangkan riwayat percakapan.