B50 Serap Sawit Domestik, Malaysia Lihat Peluang Perluas Ekspor CPO
Mandatori B50 diperkirakan memangkas ekspor sawit Indonesia. Malaysia melihat peluang memperluas pasar global di tengah kenaikan konsumsi domestik.
Ilustrasi rolex. Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Pada 2023, pejualan Rolex secara global menembus US$10 miliar untuk pertama kalinya. Angka ini naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan Morgan Stanley, merek jam tangan mewah Swiss yang cukup mendominasi pasar ini memproduksi 1,24 juta jam tangan pada 2023 dengan penjualan mencapai US$11,6 miliar atau setara dengan Rp180,78 triliun. Analis di Morgan Stanley menyebut angka tersebut merupakan kenaikan sebesar 11% dari capaian pada 2022. Adapun, salah satu penyebabnya adalah karena tingkat pangsa pasar Rolex saat ini “belum pernah terjadi sebelumnya.”
Pembuat jam model Daytona, Submariner, dan Datejust itu meningkatkan pangsa pasar ritelnya menjadi lebih dari 30% karena para pembeli kaya raya terus menuntut jam tangan yang dibuat oleh entitas yang berbasis di Jenewa itu. Sementara, pesaingnya, merek jam tangan Tudor dengan harga lebih rendah, mencatatkan penjualan sekitar 545 juta franc atau US$615,70 juta pada 2023. “Tidak ada merek mewah lain yang dapat mengklaim posisi dominan di sektornya masing-masing,” tulis analis Morgan Stanley, Edouard Aubin dan Oliver Müller,dilansir Fortune.
Baca Juga
Sejarah Merek Rolex dan Penyebab Jadi Jam Tangan Mewah dan Mahal
Begini Cerita di Balik Kesuksesan Rolex, Merek Jam Tangan Paling Terkenal
Jam Tangan Mewah Seharga Rp60 Juta Milik Warga Imogiri Raib Dicuri, Pelaku Ditangkap
Rolex tetap menjadi merek No. 1 yang tak tertandingi dalam industri jam tangan mewah dengan penjualan lebih besar dibandingkan gabungan lima merek mewah lainnya, Cartier, Omega, Audemars Piguet, Patek Philippe dan Richard Mille. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa penjualan jam tangan mewah Swiss terus dikuasai oleh segelintir merek dengan penjualan tahunan lebih dari 1 miliar franc. Vacheron Constantin, merek bersejarah yang dikendalikan oleh Richemont, bergabung dengan klub elit penjualan 1 miliar franc untuk pertama kalinya pada 2023.
Di sisi lain, merek Swatch Group AG menjual lebih dari 2 juta MoonSwatch pada 2023 dan total sekitar 5,8 juta jam tangan dengan harga rata-rata 141 franc. Berkat kesuksesan MoonSwatch, hasil kolaborasi dengan Omega, Swatch menjadi merek jam tangan dengan pertumbuhan tercepat selama dua tahun berturut-turut. Sebagai informasi, angka-angka Morgan Stanley dan LuxeConsult hanyalah perkiraan, karena merek jam tangan Swiss termasuk Rolex tidak mengungkapkan penjualan tahunan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mandatori B50 diperkirakan memangkas ekspor sawit Indonesia. Malaysia melihat peluang memperluas pasar global di tengah kenaikan konsumsi domestik.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.
Kahitna membagikan rahasia tetap kompak dan bertahan selama 40 tahun di industri musik Indonesia, mulai dari saling menerima hingga menjaga identitas musik.
Marcus Rashford resmi berpisah dengan Barcelona setelah masa peminjaman berakhir. Hansi Flick mengaku kehilangan, sementara Blaugrana merekrut Jesse Bisiwu.
Tanah kas desa di Kalurahan Sumberharjo dimanfaatkan menjadi kebun melon premium untuk meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Empat pendaki yang tersesat di Gunung Lokon, Sulawesi Utara, berhasil ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan usai operasi pencarian intensif.