Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Perusahaan pestisida di Jepang punya kebiasaan mendoakan serangga yang telah mati sebagai bentuk penghormatan bagi mereka atas kontribusinya dalam uji coba produk. / Oddity Central
Harianjogja.com, TOKYO—Perusahaan pestisida di Jepang punya kebiasaan aneh. Setiap tahun, perusahaan itu mengadakan ritual di kuil sebagai bentuk penghormatan untuk serangga yang telah mereka bunuh.
Melansir Oddity Central, perusahaan pestisida Jepang Earth Corporation mengadakan 'upacara transendensi' di Kuil Myodoji di Kota Ako untuk menghormati serangga yang mengorbankan nyawa mereka untuk tujuan penelitian dan uji coba.
BACA JUGA: Unik, Serangga Ini Punya Motif Sayap Serupa Lukisan Pablo Picasso
Earth Corporation merupakan perusahaan insektisida rumah tangga pilihan di Jepang. Status itu telah lama dicapai selama beberapa dekade melalui penelitian dan uji coba produk.
Untuk menguji kemanjuran produknya, perusahaan menggunakannya pada berbagai spesies serangga di fasilitas penelitian milik perusahaan di Kota Ako, dan beberapa dari serangga tersebut pasti mati dalam prosesnya. Perusahaan tersebut membiakkan serangga yang digunakan untuk pengujian.
Uniknya, perusahaan itu punya kebiasaan untuk menunjukkan bahwa mereka tidak menganggap remeh kontribusi makhluk kecil tersebut untuk perusahaan mereka. Untuk itu, Earth Corporation sering mengadakan upacara kehormatan di Kuil Myodoji di Kota Ako.
Bulan lalu, lebih dari 60 karyawan mengambil bagian dalam upacara transendensi yang melibatkan seorang daoshi (pendeta Tao) yang membacakan doa di depan lusinan foto serangga mati. Gambar nyamuk, kutu, lalat, kecoa, dan serangga lainnya ditempatkan di dekat altar kuil, dan orang-orang melipat tangan mereka dalam doa saat pendeta menghormatinya.
BACA JUGA: Unik! Lebah di Kota Ini Bisa Menghasilkan Madu Berwarna Ungu
Kepala Riset Farmasi Earth Corporation Tomihiro Kobori menyatakan bahwa banyak orang menganggap remeh pengorbanan ribuan serangga, tanpa mengakui nilai pengorbanan mereka atas nama ilmu pengetahuan. Untuk itu, berlangsungnya upacara ini sebagai upaya menghadirkan perspektif baru, bahwa serangga juga perlu dihormati.
Pada waktu tertentu, fasilitas penelitian Earth Corporation membiakkan sekitar 1 juta kecoak dan lebih dari 100 juta kutu untuk tujuan pengujian yang akhirnya dikorbankan demi kesehatan dan kenyamanan manusia, sehingga meskipun perusahaan Jepang tersebut berkembang pesat dengan kematian jutaan serangga, itu “tidak bisa tidak menghormati” pengorbanan para serangga yang gugur.
Menurut surat kabar Sankei Shinbun, Earth Corporation telah menyelenggarakan upacara unik ini setiap tahun selama empat dekade terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.