Kekayaan Charlie Kirk, Tewas Ditembak di Utah Valley University
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD untuk mencegah kanker serviks - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Human Papilloma Virus (HPV) yang mengakibatkan kanker serviks menjadi penyebab kematian karena kanker kedua terbesar di Indonesia, setelah kanker payudara. Adapun, belakangan viral bahwa virus ini bisa menular melalui toilet yang tidak bersih.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Keven Tali mengatakan bahwa penularan HPV dari toilet umum untuk menjadi kanker serviks itu mitos adalah mitos. "Itu mitos ya. Jadi jangan khawatir untuk teman-teman yang pakai toilet duduk ya, tapi tetap harus dijaga kebersihannya," ungkapnya dalam Kelas Jurnalis, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga: Biofarma Luncurkan Alat Deteksi Dini Kanker Serviks yang Mudah dan Nyaman
Pasalnya, dia menjelaskan serviks terletak di bagian dalam vagina, sehingga akan susah terjadi penularan kalau hanya sekadar duduk di toilet umum. “Kalau duduk di toilet umum kan paling yang terkena paha, jadi enggak mungkin dari paha virus itu masuk ke dalam serviks. Terlebih, virus yang sudah keluar dari tubuh pasti mati," jelasnya.
Keven menjelaskan penularan HPV menjadi kanker serviks sendiri terjadi ketika ada luka kecil, atau disebut mikrolesi. Luka itu bisa menjadi gerbang masuknya virus ke dalam aliran darah. Namun, sejauh ini, kata dia, belum ada penularan HPV yang terjadi dari benda mati.
Baca Juga: Deteksi Kanker Serviks Kini Jauh Lebih Mudah, Alat Canggih Ini Kuncinya
HPV adalah virus yang menjadi penyebab kanker serviks dan beberapa kasus juga mengakibatkan penyakit kutil kelamin atau kanker penis pada pria meskipun kasusnya cukup jarang. Penularan HPV sendiri hanya bisa terjadi ketika ada kontak langsung, misalnya ketika berhubungan badan, atau ketika seorang anak tertular dari ibunya ketika lahir secara pervaginam atau normal. Adapun, dari penularan virus hingga bisa menjadi kanker perlu waktu lama, sekitar 15-20 tahun, sehingga orang yang terinfeksi HPV tidak serta merta menderita kanker serviks.
Baca Juga: Takut Jalani Pap Smear Jadi Kendala Deteksi Dini Kanker Serviks
Oleh karena itu ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, pertama dengan melakukan vaksinasi. Vaksin HPV bisa didapatkan mulai dari anak-anak usia 9 -14 tahun dan cukup dengan 2 dosis. Vaksin HPV untuk anak sendiri kini sudah disediakan gratis oleh Kementerian Kesehatan, setiap Agustus pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Sementara itu, bagi yang sudah berumur di atas 35 tahun dan sudah menikah bisa mendapatkan vaksin HPV sebanyak 3 dosis. Selain itu, jangan lupa untuk rutin melakukan skrining, jalankan perilaku hidup bersih dan sehat, serta berperilaku seks dengan aman dan sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.