Tingkatkan Minat Baca, Denmark Hapus Pajak Buku
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Biji Kopi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Orang dewasa yang mengonsumsi kopi atau teh lebih banyak secara rutin, berpotensi memiliki fungsi tubuh yang lebih baik di usia tua. Temuan ini berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh Profesor Koh Woon Puay dari Healthy Longevity Translational Research Program di Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore (NUS Medicine). Para peneliti mengobservasi lebih dari 12.000 peserta, berusia 45 hingga 74 tahun. Masa observasi selama periode 20 tahun.
Hasilnya, kopi dan teh menjadi sumber utama asupan kafein dalam kelompok ini. Masing-masing menyumbang 84% dan 12% dari total kafein dalam tubuh. Sebanyak 68,5% peserta meminum kopi setiap hari. Pada kelompok ini, 52,9% di antaranya minum satu cangkir sehari, 42,2% mengonsumsi dua hingga tiga cangkir per hari, sedangkan 4,9% sisanya minum empat cangkir atau lebih per hari.
BACA JUGA : Festival Kopi Merapi Dorong Ekosistem Kopi di Sleman Lebih Bergairah
Oleh karena itu, peserta penelitian dikelompokkan ke dalam empat kategori berdasarkan asupan kopi mereka, yaitu peminum non-harian, satu cangkir per hari, dua hingga tiga cangkir per hari, dan empat cangkir atau lebih per hari. Peminum teh diklasifikasikan menjadi empat kategori berdasarkan frekuensinya: tidak pernah, minimal sebulan sekali, minimal seminggu sekali, dan peminum setiap hari.
Setelah melewati puluhan tahun observasi, hasil menunjukkan bahwa minum kopi, teh hitam, atau teh hijau di usia paruh baya secara independen berhubungan dengan penurunan kemungkinan kelemahan fisik di usia lanjut secara signifikan. “Partisipan yang minum empat cangkir kopi atau lebih per hari mengalami penurunan secara signifikan kemungkinan kelemahan fisik di usia lanjut, dibandingkan dengan partisipan yang tidak minum kopi setiap hari,” tulis dalam laporan tersebut.
Peserta yang meminum teh hitam dan teh hijau setiap hari juga mengalami penurunan kemungkinan kelemahan fisik secara signifikan, dibandingkan dengan yang bukan peminum teh. Asupan kafein yang lebih tinggi dikaitkan dengan kemungkinan kelemahan fisik yang lebih rendah, apapun sumber kafeinnya.
Di antara empat komponen kelemahan fisik, tes pengukuran kekuatan berupa genggaman tangan dan TUG, dibandingkan pengukuran penurunan berat badan dan kelelahan. Profesor Koh Woon Puay mengatakan kopi dan teh merupakan minuman andalan di banyak masyarakat di dunia, termasuk Singapura. Penelitian mereka menunjukkan bahwa konsumsi minuman berkafein ini pada usia paruh baya mungkin dikaitkan dengan penurunan kemungkinan kelemahan fisik di usia lanjut.
“Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan longitudinal ini, dan untuk menyelidiki apakah efek terhadap kelemahan fisik ini dimediasi oleh kafein atau senyawa kimia lainnya.” kata Koh.
Hindari Kopi Berpemanis
Meski memiliki manfaat yang banyak, kopi akan berdampak buruk apabila dicampur dengan gula. Campuran gula bisa dari gula pasir atau bahan lainnya yang mengandung gula.
Ahli diet dan pelatih kesehatan nutrisi integratif, Jennifer Schlette, mengatakan apabila gula diserap oleh aliran darah bisa mengakibatkan lonjakan kadar gula darah dalam tubuh. Dampaknya, terjadi ledakan energi yang cepat, tetapi hanya berlangsung sebentar. Hal ini diikuti dengan penurunan kadar gula darah.
"Lonjakan dan penurunan kadar gula darah ini dapat berisiko bagi individu dengan diabetes atau kondisi terkait gula darah lainnya. Tetapi untuk populasi umum, hal ini tidak dianggap berbahaya," katanya.
BACA JUGA : Lahan Perkebunan Kopi Terbatas, DIY Masih Berpotensi Jadi Coffee Hub
Efek lain menambahkan gula dalam kopi juga terkait dengan penambahan berat badan. Meski ada kemungkinan asupan gula bukan penyebab utama obesitas, namun tetap ada kontribusi gula dalam kenaikan berat badan. Ada pula dampak berupa kerusakan gigi. Mengurangi asupan gula dapat bermanfaat bagi kesehatan gigi.
Konsumsi gula yang tinggi, termasuk dalam kopi, bisa menghilangkan nutrisi penting dalam tubuh. Banyak makanan tinggi gula yang kekurangan vitamin dan mineral penting. Terakhir, dampak gula berupa peningkatan risiko penyakit jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.