Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SOLO–Cuaca panas ditambah aktivitas yang padat, kurang istirahat dan makan tak teratur membuat kita rentan terpapar radang tenggorakan. Bagi kamu yang memilih obat tradisional daripada obat kimia, berikut rekomdasi delapan obat alami.
Baca Juga: Mahasiswa UMY Sulap Sirih Cina Jadi Sirup Herbal Kaya Manfaat
Dikutip dari Siloamhospitals, obat alami direkomendasikan jika gejala yang dialami tidak terlalu parah dan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.
Radang tenggorokan bisa menjadi gejala dari penyakit GERD, yaitu gangguan pada sistem pencernaan. Maka dari itu, madu dapat dijadikan pilihan sebagai obat radang tenggorokan alami karena dinilai aman untuk saluran pencernaan tersebut.
Madu memiliki sifat antioksidan, antimikroba, serta antiinflamasi yang diketahui dapat mengatasi radang tenggorokan secara efektif. kamu dapat mengonsumsi madu secara langsung atau dengan mencampurkannya ke dalam teh serta minuman sehat lainnya.
Air garam merupakan bahan alami untuk obat radang tenggorokan berikutnya. Benar, air garam merupakan larutan yang bersifat antiseptik sehingga dapat memperlambat serta menghentikan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan.
Selain itu, air garam juga bisa mencairkan lendir yang sudah menumpuk karena hidung tersumbat atau dahak. kamu dapat melarutkan satu sendok teh garam beryodium pada satu gelas air hangat. Kemudian, berkumurlah menggunakan air garam hangat tersebut selama 30 detik.
Kamu dapat melakukannya sebanyak 3 sampai 4 kali setiap hari hingga radang tenggorokan mereda.
Perasan air lemon kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan radang tenggorokan. Di samping vitamin C, perasan air lemon juga mengandung senyawa astringen yang mampu meredakan peradangan serta pembengkakan pada tenggorokan.
Karena memiliki senyawa bersifat antibakteri, kunyit dapat dijadikan sebagai obat radang tenggorokan alami. kamu bisa menumbuk lalu merebus 1 ruas rempah kuning tersebut di dalam air agar bisa mendapatkan sarinya.
Kemudian, minumlah ramuan herbal tersebut satu kali sehari. kamu juga dapat mencampurkan madu serta perasan air lemon ke dalam larutan sari kunyit agar mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Baca Juga: Kemampuan Mengolah Obat Herbal Masyarakat Wareng Jadi Perhatian Tim PKM FF UAD
Obat radang tenggorokan alami berikutnya yaitu cuka sari apel. Cuka sari apel memiliki senyawa antimikroba sehingga dapat meredakan sakit yang ditimbulkan dari radang tenggorokan.
Untuk menggunakannya, kamu dapat melarutkan 1 sampai 2 sendok makan cuka sari apel ke dalam segelas air. Lalu, berkumurlah dengan larutan cuka sari apel tersebut setiap 3 sampai 4 jam sekali secara rutin.
Licorice atau biasa dikenal dengan sebutan akar manis merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang memiliki beragam manfaat. Benar, sari akar licorice ini bisa dijadikan sebagai obat radang tenggorokan alami.
Lantaran, minuman herbal tersebut membantu mengencerkan sekresi lendir sehingga dapat membuat tenggorokan terasa lebih lega. Selain itu, sari akar licorice juga bisa mengurangi peradangan yang terjadi pada tenggorokan.
Rekomendasi obat radang tenggorokan alami selanjutnya yaitu teh jahe. Teh jahe memiliki kandungan gingerol yang bersifat antiinflamasi serta analgesik sehingga dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari radang tenggorokan. Konsumsi teh jahe hangat untuk melegakan radang tenggorokan dengan lebih optimal.
Selain sebagai obat alami untuk meredakan sakit gigi, bawang putih juga bisa membantu mengatasi nyeri pada radang tenggorokan. Bawang putih diketahui memiliki senyawa allicin yang bersifat antimikroba sehingga mampu mengatasi radang tenggorokan karena infeksi bakteri. Kamu dapat mengunyah bawang putih secara langsung untuk dijadikan sebagai obat radang tenggorokan alami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.