Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi periksa gigi sebagai salah satu pemeriksaan medical check up. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Medical Check up sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Medical Check Up secara berkala bisa menjadi tindakan preventif yang membantu mengantisipasi risiko kesehatan di masa depan.
Tidak hanya lansia, medical check Up sangat penting dilakukan semua kalangan, baik anak-anak remaja maupun dewasa. Idealnya, medical check up dilakukan setahun sekali.
Lantas apa saja yang diperiksa saat medical check up?
Bertujuan mengetahui informasi seputar pasien seperti usia, riwayat penyakit (sekarang, dahulu dan keluarga), kebiasaan berisiko dan keluhan kesehatan yang biasa dirasakan.
Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan diperlukan untuk mengetahui indeks masa tubuh seseorang (BMI)apakah normal, kegemukan, kurus,atau obesitas.
Bertujuan untuk screening apakah gula darah seseorang normal, prediabetes atau diabetes.
Pemeriksaan meliputi tekanan darah, frekuensi nadi, suhu, frekuensi nafas.
Kolesterol pada dasarnya adalah jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, namun jumlah yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke.
Pemeriksaan jantung dengan rekam jantung untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Jika diperlukan dapat dilakukan tes echocardiography atau pemeriksaan treadmill test
Selain gangguan penglihatan, pemeriksaan pada anak bertujuan melihat kemungkinan mata malas atau mata juling. Sedangkan pada orang dewasa, pemeriksaan dapat mengetahui kondisi seperti retinopati, glaukoma, katarak, ketajaman penglihatan
Lakukan tes pendengaran (audiometri) jika Anda mengalami gangguan pendengaran.
Bertujuan untuk mendeteksi apakah ada kondisi-kondisi seperti abses, infeksi, kerusakan diantara gigi, gigi impaksi akibat gigi bungsu tumbuh tidak normal, kista atu tumor, karang gigi.
Untuk meninjau kesehatan saluran kemih, danuntuk mendeteksi lebih awal risiko kanket prostat, sehingga pengobatandapat dilakukan sedini mungkin secara optimal.
Skrining kesehatan serviks dengan prosedur pap smear, untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan Vaksin HPV dengan 3 kali dosis.
Di samping pemeriksaan di atas, beberapa tes atau pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan seperti pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) dan hepatitis B dan HIV bagi orang yang aktif secara seksual dan memiliki pasangan seks lebih dari satu, serta pemeriksaan penyakit paru-paru bagi perokok berat seperti tes fungsi paru (spirometri) dan X-ray pada bagian dada jika dperlukan. Pemeriksaan laboratorium screening lainnya antara lain, pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan fungsi ginjal dan urine rutin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ojol demo serentak di Jogja dan 16 kota, tuntut kenaikan tarif hingga UU transportasi online. DPRD DIY siap bahas regulasi.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.