Sejarah Baru DIY, 6 Atlet Anggar Jalani Seleknas Akhir Timnas
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Muhammad Ahnaf dalam pembukaan pameran tunggal Berkumpulnya Garis pada 7 Juli 2023. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pameran tunggal bertajuk Berkumpulnya Garis menjadi penanda kembalinya seniman Muhammad Ahnaf setelah sekian lama tidak aktif di dunia seni rupa.
Pameran yang terbuka untuk umum itu digelar di Coffee Shop & Gallery Kopi Macan, Jogja, yang sudah dibuka sejak 2 Juli 2023 dan akan berakhir pada 16 Juli 2023.
Kurator pameran, Achmad Fiqhi, menuturkan setelah lama tidak aktif dalam dunia seni rupa karena fokus dengan pendidikan di bidang arsitektur, akhirnya Reza, sapaan akrab Ahnaf, kembali membawa sesuatu.
“Melalui karya-karyanya yang bergaya arsitektur, Reza mengolah garis-garis dan mengumpulkannya. Sebuah upaya melampaui batas dan aturan-aturan yang ada,” ungkap Achmad dalam rilis kepada Harian Jogja, Jumat (7/7/2023).
Pameran menghadirkan dua kategorisasi periode perkembangan artistik. Kategorisasi pertama berupa periode perkembangan yang terus mendapatkan dukungan dari orang tua ketika Reza berkarya.
Ketika diberi kado lukisan pada ulang tahun yang kedua, saking senangnya dengan kado tersebut, Reza naik di atas karya bermedia kertas itu. Bahkan sejumlah karya Reza di masa tersebut banyak yang mengimajinasikan dunia laut, seperti karya Ikan Paus, Hewan Laut dan Ikan Terbang.
Juga dalam periode ini mulai muncul kegemaran Reza menggunakan alat bantu penggaris dalam membuat karya-karya secara perspektif ala arsitek. Sejumlah karya dalam periode ini merekayasa bangunan dan kota.
“Alhasil periode ini yang turut memupuk keberaniannya untuk terus membuat karya, yang mungkin tidak pernah terbayangkan akan dipresentasikan secara tunggal,” papar Achmad.
Lalu periode kedua, pilihan untuk melanjutkan pendidikannya di bidang arsitektur turut membentuk teknik dan bagaimana situasi ditangkap dalam imajinasinya untuk dituangkan ke media kanvas pun kertas.
“Hal ini bisa dinikmati pada karya sket Reza yang dikerjakan semasa kuliah, merekam sejumlah bangunan, yang secara arsitektural memiliki tingkat kesulitan tertentu,” tutur Achmad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.