Ahmad Muzani Ditetapkan jadi Ketua MPR 2024-2029, Harta Kekayaannya Tercatat Rp59 Miliar
Politisi Partai Gerindra Ahmad Muzani secara resmi dilantik menjadi Ketua MPR RI periode 2024-2029. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra ini mencapai Rp59 mili
Diet Coke (Coca Cola), minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan Aspartam./ Dok Bloomberg.
Harianjogja.com, JAKARTA—Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana mengumumkan Asparta, salah satu pemanis buatan yang paling banyak digunakan di dunia, sebagai salah satu zat yang menjadi penyebab kanker.
Aspartam merupakan pemanis buatan yang ditemukan di ribuan makanan yang diklaim bebas gula (sugar free), mulai dari minuman ringan hingga jeli dan permen karet. Aspartam akan dianggap "mungkin bersifat karsinogenik bagi manusia" oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker WHO, demikian dilaporkan Reuters.
Berikut fakta-fakta seputar Aspartam zat penyebab kanker yang perlu Anda ketahui
Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (30/6/2023). Aspartam populer di kalangan produsen makanan karena tingkat kemanisannya yang sangat tinggi dan jumlah kalorinya yang rendah.
Aspartam dibuat dengan menggabungkan dua asam amino alami, yaitu fenilalanin dan asam aspartat. Zat Aspartam ditemukan pada tahun 1965 oleh ahli kimia James M. Schlatter di AS. Dia dilaporkan sedang meneliti obat anti-maag dan menjilat jarinya, yang dilapisi dengan senyawa tersebut, sehingga menemukan rasa manisnya.
Sebagai pengganti gula, Aspartam ditemukan dalam ribuan produk yang dibuat oleh beberapa produsen makanan terbesar di dunia, termasuk Coca-Cola Co. dan PepsiCo Inc. Kedua perusahaan minuman ringan itu menggunakannya dalam produk bebas gula (Diet Coke dan Diet Pepsi), selain itu Mars Inc. menambahkannya ke dalam produk permen karet Wrigley.
Aspartam juga dijual sebagai pemanis yang dijual bebas di bawah nama-nama merek seperti Equal dan NutraSweet.
WHO berencana untuk merilis dua laporan tentang aspartam pada 14 Juli 2023, menurut Reuters. IARC diperkirakan akan menyoroti risiko kanker. Laporan lainnya dari Komite Ahli Organisasi Pangan dan Pertanian Bersama/WHO untuk Bahan Tambahan Pangan, yang akan memberikan penilaian risiko terbaru dari pemanis tersebut, akan membahas tentang asupan harian Aspartam yang dapat diterima dan kemungkinan efek samping lainnya dari mengkonsumsi zat tersebut.
Penilaian tersebut akan mengklasifikasikan aspartam ke dalam salah satu dari empat kategori: karsinogenik pada manusia, mungkin karsinogenik pada manusia, mungkin karsinogenik pada manusia, atau "tidak dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat karsinogenisitasnya pada manusia."
JECFA pertama kali mengeluarkan evaluasi terhadap zat aditif ini pada tahun 1981, yang menyimpulkan bahwa asupan harian yang dapat diterima untuk Aspartam adalah 40 miligram per kilogram berat badan. Batas tersebut didukung oleh regulator lain seperti Otoritas Keamanan Pangan Eropa. Kaleng soda diet seberat 12 ons (355 mililiter) biasanya mengandung sekitar 200 mg aspartam, menurut University of Alabama.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah menganggap aspartam aman sejak tahun 1974, ketika mereka menyetujui senyawa ini untuk "digunakan sebagai pemanis di atas meja dan permen karet, sereal sarapan dingin, dan bahan dasar kering untuk makanan tertentu." Pada tahun 1996, FDA menyetujuinya untuk digunakan sebagai "pemanis umum."
Namun, Center for Science in the Public Interest, sebuah kelompok advokasi konsumen, menyebut aspartam sebagai pemanis rendah kalori yang "paling memprihatinkan" karena ada bukti kuat bahwa aspartam menyebabkan kanker dan merupakan karsinogen yang kuat. Mereka lantas menominasikan bahan tersebut untuk dievaluasi oleh IARC pada 2014 dan 2019.
"Ada konsensus yang luas dalam komunitas ilmiah dan regulator bahwa aspartam aman. Ini adalah kesimpulan yang dicapai berkali-kali oleh badan-badan keamanan makanan di seluruh dunia," kata American Beverage Association kepada Bloomberg dalam sebuah pernyataan.
Di sisi lain, Coca-Cola dan PepsiCo menolak berkomentar lebih lanjut tentang hal ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Politisi Partai Gerindra Ahmad Muzani secara resmi dilantik menjadi Ketua MPR RI periode 2024-2029. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra ini mencapai Rp59 mili
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw