Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Rumah produksi tahu dan tempe milik Mamik Sudiyanto di Kapanewon Temon, Kulonprogo, Senin (4/1/2021). /Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Fermentasi merupakan salah satu proses pengawetan makanan dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah gula menjadi alkohol atau asam yang dapat mengawetkan makanan.
Asupan makanan fermentasi memiliki beragam khasiat bagi kesehatan tubuh di antaranya dapat melancarkan pencernaan, meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan jantung, membantu mengurangi berat badan, hingga mengurangi kecemasan serta depresi.
Medical Daily membagikan sejumlah rekomendasi makanan fermentasi yang baik untuk kesehatan dan bisa jadi opsi tambahan untuk menu diet harian:
Kimchi ialah makanan tradisional asal Korea Selatan berupa sayur-sayuran yang telah difermentasi dengan tambahan bumbu pedas. Kimchi umumnya terbuat dari fermentasi sawi, seledri, kol, lobak China, dan mentimun yang diawetkan oleh air garam. Kimchi berkhasiat dalam mengatur kadar gula darah, mengurangi peradangan, dan menjaga kesehatan jantung.
Baca juga: Potensi Ekonomi Kurban Tahun Ini Diproyeksikan Berkurang Rp200 Miliar, Ini Penyebabnya
Sauerkraut merupakan kubis yang diiris halus kemudian difermentasi oleh bakteri asam laktat. Makanan fermentasi satu ini bermanfaat untuk kesehatan usus, otak, membantu menurunkan berat badan, dan baik untuk imunitas tubuh.
Natto adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari kacang kedelai matang lalu difermentasi oleh bakteri Bacillus subtilis natto. Natto mengandung serat, probiotik, vitamin K2, dan nattokinase berkhasiat menjaga tekanan darah dan kolesterol tetap terkendali. Makanan berlendir dengan bau khas ini juga bermanfaat untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri.
Tempe diolah dari kedelai yang dimasak kemudian difermentasi menggunakan jamur Rhizopus Oligosporus, salah satu makanan yang kerap jadi lauk sehari-hari masyarakat Indonesia ini kaya akan protein dan mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, peredaran darah, hingga pencernaan.
Yoghurt, makanan hasil fermentasi susu memanfaatkan bakteri asam laktat. Studi memaparkan menambahkan yoghurt probiotik ke dalam asupan makanan sehari-hari dapat membantu mengurangi tekanan darah bagi penderita hipertensi, meningkatkan kepadatan tulang, dan kebugaran fisik pada orang berusia lanjut.
Kombucha, teh fermentasi kaya akan probiotik yang diawetkan dengan bantuan bakteri atau ragi. Kombucha berkhasiat untuk mengobati iritasi pada usus besar, diare, dan penyakit radang. Bahkan minuman kaya probiotik ini dipercaya memberi manfaat baik untuk kesehatan mental.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Prakiraan cuaca DIY hari ini Kamis 21 Mei 2026, Kota Jogja, Sleman, dan Bantul berpotensi diguyur hujan petir.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Kamis 21 Mei 2026 lengkap rute Tugu Jogja–YIA dan tarif terbaru Rp50.000.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Qhomemart Ring Road Timur mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Menjadi Pemuda di Zaman Tak Mudah