Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Makanan, mainan, alat tulis, tangan, kaki, maupun benda-benda lain suka dimasukkan bayi ke dalam mulut mereka. Fase ini normal dan biasa terjadi mulai usia 3 hingga 5 bulan atau saat bayi mulai bisa meraih atau menggenggam sesuatu dan sering kali langsung menuju mulut.
BACA JUGA: Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi
Menandakan si Kecil sedang berusaha mengenal lingkungan sekitar melalui mulutnya untuk mengenal rasa, tekstur, dan bentuk dari benda tersebut.
Hal ini terjadi karena tangan dan jarinya belum cukup berkembang serta kuat untuk menggenggam, meremas, maupun membelai sesuatu.
Berbeda dengan bibir dan mulutnya yang dipenuhi saraf sensorik sehingga membuat bayi benar-benar merasakan sesuatu, misalnya bagaimana benda tersebut licin atau keras, berbulu atau halus, hangat atau dingin.
Memasukkan benda ke mulut turut membantu memperkuat otot mulut dan membangun sistem kekebalan yang lebih kuat.
Kendati demikian, tetap penting bagi orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhkan Si Kecil dari benda yang kecil, tajam, kotor, atau berbahaya agar terhindar dari bahaya tersedak atau infeksi.
Salah satu cara yang bisa dilakukan agar tetap membantu mereka belajar Anda dapat memberikan teether dari bahan karet, kayu, atau silikon yang dapat diisi kemudian dibekukan untuk memenuhi keingintahuan bayi mengenal berbagai tekstur dengan mulut mereka.
Ketika anak sudah beranjak lebih besar. Ajari mereka untuk mengerti arti “Tidak” sehingga mereka akan berhenti ketika diminta, namun pastikan Anda memberi instruksi dengan lembut dan tetap terdengar menyenangkan sehingga anak tidak merasa stres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.