BBM Cepat Habis Saat Macet? Kebiasaan Eco-Driving Ini Bisa Dicoba
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Susu formula. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Alergi makanan pada bayi menjadi salah satu kondisi kesehatan yang cukup sering ditemui pada masa awal pertumbuhan anak. Salah satu yang paling umum adalah alergi terhadap susu sapi yang dapat muncul sejak usia dini dan sering kali membingungkan orang tua karena gejalanya mirip gangguan pencernaan biasa.
Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, alergi susu sapi bukan dipicu oleh kandungan laktosa, melainkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu seperti kasein dan whey. Ketika tubuh bayi menganggap protein tersebut sebagai ancaman, sistem imun akan menghasilkan antibodi yang kemudian memicu pelepasan histamin sehingga muncul gejala alergi.
Kondisi ini tidak hanya terjadi pada bayi yang mengonsumsi susu formula, tetapi juga dapat dialami bayi yang mendapat ASI eksklusif. Dalam beberapa kasus, protein dari susu sapi yang dikonsumsi ibu dapat masuk dalam jumlah kecil melalui ASI dan memicu reaksi pada bayi yang memiliki sensitivitas tertentu.
Sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko bayi mengalami alergi makanan. Faktor tersebut antara lain riwayat alergi dalam keluarga, kondisi kulit seperti eksim atau dermatitis atopik, serta adanya riwayat penyakit alergi lain seperti asma atau rhinitis alergi.
Selain itu, sistem pencernaan bayi yang masih berkembang juga membuat mereka lebih rentan terhadap reaksi terhadap protein tertentu dalam makanan. Kondisi ini membuat pengenalan makanan pada masa awal kehidupan perlu dilakukan secara hati-hati dan bertahap.
Gejala alergi pada bayi dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari yang ringan hingga berat. Tanda yang umum terlihat antara lain ruam kemerahan pada kulit, gatal-gatal atau biduran, pembengkakan pada wajah atau bibir, muntah, diare, hingga sakit perut atau kolik.
Pada beberapa kasus, bayi juga dapat mengalami gangguan pernapasan seperti mengi atau sesak napas setelah terpapar alergen. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dalam situasi tertentu dapat berkembang menjadi reaksi berat yang disebut anafilaksis, yang dapat mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan medis segera.
Selain susu sapi, ikan juga termasuk salah satu jenis makanan yang dapat memicu alergi pada bayi. Reaksi ini terjadi ketika sistem imun salah mengenali protein dalam ikan sebagai zat berbahaya. Pada sebagian anak, alergi ikan bahkan dapat bertahan hingga usia dewasa, berbeda dengan alergi susu yang sering kali berkurang seiring bertambahnya usia.
Jika bayi menunjukkan gejala setelah terpapar ikan, baik melalui makanan langsung maupun melalui ASI, orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan dokter anak atau spesialis alergi-imunologi untuk memastikan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.
Meski demikian, kabar baiknya, banyak anak dengan alergi susu sapi dapat mengalami perbaikan seiring bertambahnya usia. Seiring perkembangan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh, sebagian besar anak mulai membentuk toleransi terhadap protein susu.
Namun, proses ini tidak sama pada setiap anak sehingga tetap membutuhkan pemantauan medis secara berkala. Orang tua disarankan untuk mengenali gejala sejak dini, menghindari makanan pemicu, serta memastikan kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi melalui pengawasan tenaga kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.