Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Ilustrasi mabuk perjalalanan/Istockphoto
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagian besar orang sudah pernah mengalami mabuk perjalanan baik saat menggunakan mobil, bus, kereta api, kapal laut, maupun pesawat terbang. Kondisi ini tidak memandang usia, anak-anak hingga orang dewasa bisa mengalaminya.
Kondisi ini dapat menghilang ketika seseorang telah terbiasa naik kendaraan. Namun hal itu juga tidak menjamin karena orang terbiasa perjalanan jauh juga masih bisa mabuk dan membuat aktivitas perjalanan pun terganggu.
Selain pusing, mual, dan muntah, mabuk perjakalan sering pula diikuti gejala lain seperti kulit pucat, keringat dingin, sulit konsentrasi, nafas cepat atau terengah-engah, gelisah, hingga meningkatnya produksi air liur.
Lantas apa penyebab dari mabuk perjalanan?
Otak sebagai pusat kendali tubuh manusia mengalami kebingungan akibat pertentangan antara sinyal yang diterima dari bagian penginderaan gerak tubuh yakni mata, telinga bagian dalam, otot, dan persendian.
Dimana mata dan telinga menyadari tubuh dalam kondisi bergerak saat otot dan persendian tidak melakukan pergerakan apapun. Dua sinyal yang bertentangan ini lah yang kemudian dikirim ke otak dan menimbulkan kebingungan hasilnya menyebabkan seseorang mabuk perjalanan.
Baca juga: Puskesmas Depok 1 Sleman Ditembaki Satpam, Motifnya Sakit Hati Dipecat
Kondisi ini berisiko lebih tinggi pada anak rentang usia 2-12 tahun atau wanita hamil, orang yang memainkan handphone atau membaca buku di dalam kendaraan, serta menaiki wahana taman hiburan seperti rollercoaster atau pengalaman realitas virtual.
Cara mencegah mabuk perjalanan
Menghadap ke depan merupakan salah satu cara agar tidak memicu mabuk perjalanan. Pemilihan tempat duduk juga dapat meminimalisir mabuk.
Berikut ini rekomendasi posisi duduk yang tepat untuk meminimalisir mabuk perjalanan:
- Perahu: Duduklah di tengah perahu di dek atas
- Bus: Pilih tempat duduk dekat jendela
- Mobil: Duduk di kursi penumpang depan
- Pesawat: Duduk di bagian sayap
- Kereta: Pilih tempat duduk dekat jendela yang menghadap ke depan
- Kapal: Pilihlah kabin di bagian depan atau tengah kapal. Jika bisa, pilih satu di tingkat yang lebih rendah atau lebih dekat ke air.
Sementara jika mabuk perjalanan telah melanda cobalah untuk menghirup udara segar, menghirup aroma herbal, fokus melihat objek yang stabil, dan sediakan obat anti mual jika kamu memiliki riwayat mabuk perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Antrean BBM di Sumatra ditargetkan terurai dalam satu hingga dua hari. Lonjakan konsumsi dan panic buying menjadi penyebab utama.
Transaksi KDKMP sepanjang 2026 mencapai Rp56,8 miliar. Pupuk menjadi komoditas terlaris dan distribusi barang subsidi akan diperkuat.
Pemkot Magelang menata kawasan Taman Kyai Langgeng untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung pelaku UMKM tanpa penggusuran.
DIY memperkuat pelaku industri batik melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menjaga warisan dunia UNESCO dan pasar global.
Mahasiswa di Kota Jogja kehilangan motor Honda CBR 150 di rumah kos saat menghadiri kondangan. Polisi masih memburu dua pelaku yang terekam CCTV.