Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Ilustrasi mabuk perjalalanan/Istockphoto
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagian besar orang sudah pernah mengalami mabuk perjalanan baik saat menggunakan mobil, bus, kereta api, kapal laut, maupun pesawat terbang. Kondisi ini tidak memandang usia, anak-anak hingga orang dewasa bisa mengalaminya.
Kondisi ini dapat menghilang ketika seseorang telah terbiasa naik kendaraan. Namun hal itu juga tidak menjamin karena orang terbiasa perjalanan jauh juga masih bisa mabuk dan membuat aktivitas perjalanan pun terganggu.
Selain pusing, mual, dan muntah, mabuk perjakalan sering pula diikuti gejala lain seperti kulit pucat, keringat dingin, sulit konsentrasi, nafas cepat atau terengah-engah, gelisah, hingga meningkatnya produksi air liur.
Lantas apa penyebab dari mabuk perjalanan?
Otak sebagai pusat kendali tubuh manusia mengalami kebingungan akibat pertentangan antara sinyal yang diterima dari bagian penginderaan gerak tubuh yakni mata, telinga bagian dalam, otot, dan persendian.
Dimana mata dan telinga menyadari tubuh dalam kondisi bergerak saat otot dan persendian tidak melakukan pergerakan apapun. Dua sinyal yang bertentangan ini lah yang kemudian dikirim ke otak dan menimbulkan kebingungan hasilnya menyebabkan seseorang mabuk perjalanan.
Baca juga: Puskesmas Depok 1 Sleman Ditembaki Satpam, Motifnya Sakit Hati Dipecat
Kondisi ini berisiko lebih tinggi pada anak rentang usia 2-12 tahun atau wanita hamil, orang yang memainkan handphone atau membaca buku di dalam kendaraan, serta menaiki wahana taman hiburan seperti rollercoaster atau pengalaman realitas virtual.
Cara mencegah mabuk perjalanan
Menghadap ke depan merupakan salah satu cara agar tidak memicu mabuk perjalanan. Pemilihan tempat duduk juga dapat meminimalisir mabuk.
Berikut ini rekomendasi posisi duduk yang tepat untuk meminimalisir mabuk perjalanan:
- Perahu: Duduklah di tengah perahu di dek atas
- Bus: Pilih tempat duduk dekat jendela
- Mobil: Duduk di kursi penumpang depan
- Pesawat: Duduk di bagian sayap
- Kereta: Pilih tempat duduk dekat jendela yang menghadap ke depan
- Kapal: Pilihlah kabin di bagian depan atau tengah kapal. Jika bisa, pilih satu di tingkat yang lebih rendah atau lebih dekat ke air.
Sementara jika mabuk perjalanan telah melanda cobalah untuk menghirup udara segar, menghirup aroma herbal, fokus melihat objek yang stabil, dan sediakan obat anti mual jika kamu memiliki riwayat mabuk perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.
Agenda Jogja hari ini, Rabu 2 September 2026, menghadirkan Talent Fest, Asia Tri Jogja, dan Lomba Baris-Berbaris yang diikuti ribuan pelajar.
Vietnam U-20 kalah 0-3 dari Korea Utara di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Pelatih Yutaka Ikeuchi mengungkap masalah tim setelah kebobolan.
Turnamen AVC Beach Continental 2026 di Shangluo, China, resmi dimulai dan langsung menjadi sorotan karena menawarkan tiket menuju Olimpiade Los Angeles 2028. In
Australia melarang lagu yang sebagian besar dibuat AI masuk chart resmi ARIA. Kebijakan ini bertujuan melindungi kreativitas manusia dan hak cipta musisi.