Pesta Miras di Permukiman Solo Digerebek, Empat Pria Ditangkap
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Mandi terlalu lama ternyata dapat mengganggu kesehatan kulit menurut pernyataan dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp.KK seorang Dokter spesialis kulit dan kelamin.
"Salah satu kebiasaan yang kurang baik adalah mandi terlalu lama. Namun jika baru melakukan kegiatan yang berkeringat atau mengakibatkan kulit kotor, maka tak masalah apabila durasi mandi lebih lama agar tubuh dapat dibersihkan menyeluruh," ujar Dewi seperti yang disiarkan Antara.
Dokter yang juga anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) ini menjelaskan bila tidak perlu mandi dalam waktu lama jika tubuh tidak terlalu berkeringat atau kotor. Begitu juga dengan seseorang yang mandi menggunakan shower Dewi nilai wajar jika memakan waktu lama.
"Tidak mungkin mandi lama pakai gayung, pegal tangannya kan. Selain itu airnya juga cenderung hangat. Jarang orang kucur terus tapi air dingin. Nah air yang terlalu panas, terlalu lama, terus terlalu banyak menggosok dengan alat seperti sikat tubuh setiap hari, tentu bisa membuat kulit kering,” tambahnya.
Baca juga: Papan Iklan Tak Berizin di Sarkem Jogja Ditindak Satpol PP
Selain waktu mandi hal lain yang perlu diperhatikan ialah kebersihan dari alat-alat mandi. Misalnya puff yang biasa digunakan namun jarang dibersihkan. Sebab jika puff tak rajin dibersihkan, dapat menjadi sumber tubuh mengalami gatal-gatal atau muncul bintik-bintik kemerahan pada kulit.
Hal tersebut karena kuman tetap menumpuk meski puff sering terpapar sabun apalagi jika kondisi kamar mandi cenderung kering. Dewi menyarankan setidaknya puff dicuci dua atau tiga minggu sekali sebelum kembali dipakai.
Sementara untuk daerah kewanitaan karena memiliki kemampuan untuk membersihkan diri oleh karenanya area tersebut tak wajib untuk dibersihkan, tutur Dewi. Akan tetapi bila ingin menggunakan sabun pilihlah produk dengan konsentrasi yang lebih ringan.
“Jadi sebenarnya, area kewanitaan itu tidak perlu dibersihkan secara khusus. Hanya seperti saat mandi biasa, boleh menggunakan sabun yang sesuai, tapi dengan konsentrasi yang lebih ringan,” terang Dewi.
Beda lagi dengan anak perempuan usia dini, Dewi tidak menganjurkan penggunaan sabun kecuali usai BAB atau karena kebutuhan lain. "Namun, sebenarnya tidak ada kebutuhan khusus untuk membersihkan area kewanitaan jika kita tidak ada masalah,” pungkasnya.
Itulah informasi seputar dampak mandi terlalu lama untuk kesehatan kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.