Gas Mako Natuna Bakal Disalurkan 100 Persen untuk Kebutuhan Domestik
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
Ilustrasi angpao lebaran Idul Fitri/Istockphoto
Harianjogja.com, JOGJA—Waktu yang paling dinanti sanak saudara terutama anak-anak saat Lebaran ialah menerima angpao Lebaran dari keluarga, saudara, tamu maupun saat bertamu.
BACA JUGA: Kiat Cermat Atur THR Lebaran
Tak jarang angpao Lebaran juga diberikan kepada seorang anak sebagai hadiah karena telah berhasil menjalani puasa sebulan penuh.
Meski seringkali disebut angpao Lebaran tradisi ini bukan berasal atau terinspirasi dari tradisi Imlek, melainkan sudah bermula sejak abad pertengahan tepatnya pada masa Khalifah Fatimiyah, melansir dari The National News.
Dulunya tradisi ini dilakukan dengan memberikan antara uang, pakaian, atau permen kepada anak-anak muda maupun tetangga di sekitar tempat tinggal pada hari pertama Idulfitri.
Berlalu lima abad kemudian atau sekitar akhir era Ottoman kegiatan bagi-bagi kala Lebaran bertransisi dengan memberikan uang tunai di lingkup keluarga yang akhirnya berlangsung hingga kini.
Bahkan beberapa daerah di nusantara memiliki sebutan yang berbeda akan angpao Lebaran atau yang dikenal ‘salam tempel’ ini, seperti di Betawi dikenal dengan istilah 'nanggok', Malang ada tradisi 'galak gampil', lalu di Minang disebut sebagai 'manambang' berdasarkan pernyataan Didi Purnomo selaku dosen Ilmu Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, menghasilkan akulturasi di berbagai wilayah Indonesia, mengutip dari BBC.
Memberikan angpao lebaran bahkan dianggap sebagai ibadah yang lebih baik dibandingkan melakukan I'tikaf sebulan penuh karena membawa kebahagiaan bagi orang lain, sebagaimana dalam hadis dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri'tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
GAC Indonesia membuka pemesanan AION i60 dengan biaya Rp99.000. SUV listrik ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 602 km.
DPRD Bantul mendorong pembagian penerimaan pajak perusahaan pusat dan daerah lebih proporsional untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.
DPRD Sleman meminta pembangunan sport center memperhatikan standar teknis cabang olahraga, kebutuhan atlet, dan kenyamanan masyarakat.
Kemnaker menyebut BSU 2026 sebagai stimulus untuk menjaga daya beli pekerja. Simak syarat penerima dan besaran bantuan Rp900.000.
Kemenhaj menyerap masukan jemaah umrah asal Jawa Timur untuk mengevaluasi layanan haji 2027, termasuk kesiapan petugas dan perubahan sistem pelayanan.