Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Ilustrasi angpao lebaran Idul Fitri/Istockphoto
Harianjogja.com, JOGJA—Waktu yang paling dinanti sanak saudara terutama anak-anak saat Lebaran ialah menerima angpao Lebaran dari keluarga, saudara, tamu maupun saat bertamu.
BACA JUGA: Kiat Cermat Atur THR Lebaran
Tak jarang angpao Lebaran juga diberikan kepada seorang anak sebagai hadiah karena telah berhasil menjalani puasa sebulan penuh.
Meski seringkali disebut angpao Lebaran tradisi ini bukan berasal atau terinspirasi dari tradisi Imlek, melainkan sudah bermula sejak abad pertengahan tepatnya pada masa Khalifah Fatimiyah, melansir dari The National News.
Dulunya tradisi ini dilakukan dengan memberikan antara uang, pakaian, atau permen kepada anak-anak muda maupun tetangga di sekitar tempat tinggal pada hari pertama Idulfitri.
Berlalu lima abad kemudian atau sekitar akhir era Ottoman kegiatan bagi-bagi kala Lebaran bertransisi dengan memberikan uang tunai di lingkup keluarga yang akhirnya berlangsung hingga kini.
Bahkan beberapa daerah di nusantara memiliki sebutan yang berbeda akan angpao Lebaran atau yang dikenal ‘salam tempel’ ini, seperti di Betawi dikenal dengan istilah 'nanggok', Malang ada tradisi 'galak gampil', lalu di Minang disebut sebagai 'manambang' berdasarkan pernyataan Didi Purnomo selaku dosen Ilmu Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, menghasilkan akulturasi di berbagai wilayah Indonesia, mengutip dari BBC.
Memberikan angpao lebaran bahkan dianggap sebagai ibadah yang lebih baik dibandingkan melakukan I'tikaf sebulan penuh karena membawa kebahagiaan bagi orang lain, sebagaimana dalam hadis dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri'tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
DPRD Bantul mengawal target perbaikan 600 km jalan hingga 2030 di tengah tren penurunan anggaran sektor pekerjaan umum.
IRGC menyebut teknologi canggih AS tak bisa menghindari sistem pengawasan Iran di Selat Hormuz setelah drone bawah laut AS disita.
BPS menegaskan masyarakat yang terdaftar DTSEN tidak otomatis menerima bantuan karena penerima ditentukan berdasarkan kriteria program.
DPRD Jogja mendorong layanan shuttle dari berbagai titik menuju Teras Malioboro untuk meningkatkan kunjungan dan menggerakkan UMKM.
Erupsi Anak Krakatau berdampak pada pariwisata Jogja. Sekitar 5%-10% wisman menunda dan membatalkan kunjungan ke DIY.