Gandeng Komunitas Malioboro, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan
BPJS Ketenagakerjaan bersama Jejaring Tepo Seliro Jogja mendorong perlindungan pekerja di kawasan Sumbu Filosofi melalui sosialisasi dan deklarasi kolaborasi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA– Menunda waktu tidur bahkan hanya 34 menit rupanya bisa meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal itu diungkap dalam studi di jurnal Hypertension.
Seperti disiarkan Health pada 7 April lalu, studi itu melibatkan sebanyak 12.287 orang laki-laki dewasa yang kelebihan berat badan dan berada pada usia pertengahan. Mereka ini berasal dari 20 negara berbeda dan ada di antara mereka yang terkena hipertensi.
BACA JUGA: Kenali Dua Jenis Gangguan Tidur dan Cara mengatasinya
Para peneliti menemukan, perubahan waktu tidur sekitar 30 menit meningkatkan risiko seseorang sekitar sepertiga terkena hipertensi. Sementara variasi yang lebih besar seperti 90 menit menunjukkan peningkatan risiko hipertensi sebesar 92%.
Kemudian, mereka yang tidur lebih lambat yakni sekitar 34 menit secara tidak teratur dikaitkan dengan peningkatan hipertensi sebesar 32%. Sementara itu, apabila waktu tidurnya mundur selama 43 menit atau terkadang bangun lebih lambat sekitar 43 menit dari biasanya maka ini dikaitkan dengan peningkatan hipertensi sebesar 8,9%.
Peneliti juga mempelajari durasi waktu tidur dan risiko hipertensi. Orang yang tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit yakni tidur kurang dari tujuh atau lebih dari sembilan jam secara konsisten berpotensi terkena hipertensi sebesar 20 - 30%.
Selain itu, orang dengan jumlah jam tidur yang berbeda setiap malam, sebanyak dua jam atau lebih berpeluang 85% lebih tinggi untuk mengalami hipertensi.
BACA JUGA: Penelitian: Tidur Berkualitas Bisa Cegah Penyakit Kardiovaskular
Menurut pakar kardiologi dari University Hospitals Harrington Heart and Vascular Institute Saderr Al-Kindi, MD, mengingat latar belakang eserta penelitian yang sebagian besar laki-laki, setengah baya, dan kelebihan berat badan, maka ada kemungkinan temuan ini tak bisa diterapkan pada populasi global yang lebih luas.
Orang yang berusia lebih muda, wanita, atau orang yang tidak kelebihan berat badan mungkin tidak berpeluang terkena hipertensi dari kebiasaan tidur yang tidak teratur.
Tetapi mengingat betapa umum orang mengubah waktu tidur dan durasi tidur mereka, baik untuk bekerja maupun alasan lainnya, hasil penelitian ini dapat memiliki implikasi besar.
BACA JUGA: Begini Makna Sebenarnya 'Tidur Itu Ibadah' saat Puasa Ramadan
Tekanan darah tinggi ditunjukkan dengan angka hasil pengukuran tekanan darah di atas 140/90 mmHg atau lebih tinggi dan para peneliti menemukan tidur yang tidak teratur dapat dianggap sebagai penanda risiko untuk kesehatan jantung yang buruk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPJS Ketenagakerjaan bersama Jejaring Tepo Seliro Jogja mendorong perlindungan pekerja di kawasan Sumbu Filosofi melalui sosialisasi dan deklarasi kolaborasi.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot memperluas trotoar ramah difabel agar aksesibilitas penyandang disabilitas tersedia di seluruh kawasan pedestrian.
Tom Holland resmi menjadi aktor dengan pendapatan box office terbesar ketiga sepanjang masa setelah kesuksesan Spider-Man: Brand New Day menembus US$2,33 miliar
Toyota bZ5 2027 hadir di China dengan harga promo Rp290 jutaan, baterai hingga 630 km dan teknologi Momenta 6.0 berkemampuan 544 TOPS.
Lamine Yamal mencetak dua gol saat Barcelona mengalahkan Rayo Vallecano 5-2. Ia menjadi pemain termuda Blaugrana yang mencapai 50 gol.
Dua pengalaman satwa liar Indonesia masuk 10 besar dunia versi Wildlife Experience Index Bailey Robinson. Badak Jawa peringkat kelima, orangutan Kalimantan kede