Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pendekatan kognitif seperti diskusi dapat melatih anak untuk mengelola keuangannya sendiri, menurut penuturan dari T. Novi Poespita Candra seorang Psikolog perkembangan anak, remaja dan pendidikan.
"Mendiskusikan dahulu mengapa jika kita punya uang harus dikelola dengan baik. Apa manfaatnya jika mereka bisa mengelola," ucap Psikolog lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) ini seperti yang disiarkan Antara.
Melalui pendekatan kognitif pemahaman anak terkait pentingnya mengelola uang yang mereka miliki akan tumbuh. Orang tua juga dapat mengedukasi anak jika uang bisa dijadikan alat transaksi, ditabung dan bisa diputar kembali, bahkan mengajarkan cara mencatat pengeluaran uang sejak kecil, termasuk saat mendapatkan uang Tunjangan Hari Raya (THR).
"Mungkin mereka diajarkan untuk mencatat, atau merencanakan penggunaan hasil tabungan mereka termasuk hasil THR mereka," ucap psikolog yang juga pengarang buku pendidikan ini.
Baca juga: Penelitian: Tidur Berkualitas Bisa Cegah Penyakit Kardiovaskular
Cara mudah lainnya orang tua dapat menunjukkan contoh nyata di kehidupan sehari-hari pada anak sejak kecil terkait pengelolaan uang dan pemanfaatan uang secara bijaksana.
"Jadi berdasar teori social learning, anak anak perlu melihat contoh-contoh agar mereka paham mengenai pemanfaatan keuangan secara bijaksana," ucap Novi.
Pastinya, anak mesti didampingi terus menerus oleh orang tua dalam memahami pengelolaan keuangan. Saat anak sudah mengerti konsep menabung, orang tua dapat membuatkan rekening tabungan, dimana biasanya jika anak di bawah 17 tahun masih atas nama orang tua.
Selanjutnya, anak dan orang tua bisa berdiskusi mengenai kegunaan uang dan kapan uang tersebut bisa dibelanjakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.